Pagar di Depan Tugu Rumah Air Surabaya Dibongkar, Ini Alasannya

SURABAYA- Pagar runcing di halaman Rumah Air Surabaya, tepatnya di samping tugu cagar budaya dibongkar oleh PDAM Surya Sembada Surabaya, Selasa, (17/1/2017). Sebab, mereka ingin menyediakan spot selfie kepada warga Surabaya dan para pengunjung museum Rumah Air Surabaya.

“Kalau tetap tinggi kan kurang bagus dibuat foto-foto,” kata Sekretaris Perusahaan PDAM Surya Sembada Sayid M. Iqbal disela-sela pemotongan pagar.

Di halaman bangunan itu, memang ada tugu yang menjelaskan bahwa gedung itu dulunya digunakan sebagai Markas Badan Keselamatan Rakyat (BKR) pimpinan Sungkono. Jika pagarnya tetap tinggi, maka spot di halaman Rumah Air Surabaya itu kurang bagus.

Ke depannya, kata Iqbal, tugu yang dilengkapi tulisan penjelasan bangunan itu akan diberi pagar pendek untuk melindungi tanaman hijau yang mengelilingi tugu tersebut. Pagar itu dipastikan tidak akan mengganggu spot di halaman Rumah Air Surabaya itu.

“Nanti akan kami pasang pagar kecil untuk melindungi tanamannya, tapi tetap tidak mengganggu spot foto yang bagus, sehingga sangat cocok untuk foto selfie atau foto bersama,” ujarnya.

Bangunan yang didirikan sekitar tahun 1950-an itu, sebenarnya merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Kota Pahlawan. Terbukti dengan adanya Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Nomor 188.45/232/436.1.2/2015 tanggal 23 September 2015, yang menyatakan gedung di Jalan Basuki Rahmat 119-121 Surabaya merupakan Bangunan Cagar Budaya.

Plat logam berwarna kuning keemasan sebagai bukti cagar budaya itu juga telah dipasang di dinding depan bangunan yang berada di Jalan Basuki Rahmat Surabaya atau di seberang Hotel Bumi Surabaya.

Adapun isi plakat itu adalah "Kantor PDAM Jalan Basuki Rahmat 119-121. Bangunan ini didirikan sekitar tahun 1950-an. Bangunan ini dulunya merupakan eks Markas Badan Keselamatan Rakyat (BKR) dibawah pimpinan Sungkono, markas terus berpindah ke Jalan Jimerto 25, Kaliasin 30 kemudian di Pregolan 2-4, terkena bom dari udara selanjutnya pindah ke Carpentierstraat (Jalan Suropati) akhirnya keluar kota menjadi Markas Pertahanan Surabaya. Bangunan Cagar Budaya sesuai SK. Wali Kota Surabaya No 188.45/232/436.1.2/2015 tanggal 23 September 2015. Pemerintah Kota Surabaya 2015".

Bangunan cagar budaya itu kemudian didesain apik dan diisi berbagai peralatan milik PDAM Surya Sembadaya. Akhirnya, bangunan itu dijadikan sebagai Rumah Air Surabaya yang merupakan pertama kalinya di Indonesia. (Rafa/BS)

Tinggalkan Komentar