Meski Belum Diresmikan, Rumah Air Surabaya Mulai Ramai Pengunjung

SURABAYA- Museum Air bekas kantot PDAM Surya Sembada yang berada di kawasan Jalan Basuki Rahmad kini mulai ramai didatangi pengunjung, meski belum dibuka secara resmi oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Pemkot Surabaya.

Siang ini, puluhan mahasiswa dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya mengunjungi wisata museum air yang juga sebagai bangunan cagar budaya.

Dosen Fakultas Hukum UPH Surabaya, Vicariya, mengatakan ingin mengajak mahasiswa tahu tentang proses pembuatan air baku, yang sebelumnya sudah melakukan kunjungan ke Karang Pilang Surabaya.

"Karena di Fakultas Hukum ada mata kuliah hukum lingkungan, makanya kita kenalkan mereka, mana yang bisa dipelajari dan diaplikasikan," kata Vicariya kepada bicarasurabaya.com, Selasa, (17/1/2017).

Sementara mahasiswa Fakultas Hukum, Alvi Syahrilia Hakiki mengatakan hari ini sudah bisa tahu proses pembuatan air baku serta ditunjukkan alat-alat pengolahan air di massa zaman Belanda hingga sekarang.

"Saya bangga Kota Surabaya memiliki museum air, di sini banyak alat-alat yang lama besar-besar, bahannya kelihatan besi utuh dan kokoh," katanya.

Sekretaris Perusahaan (Sekper) PDAM Surya Sembada Surabaya Syayyid M Iqbal mengatakan di rumah air Surabaya ini, masyarakat yang mengunjungi akan diberikan pengajaran tentang air dari jaman Belanda hingga masa yang akan datang.

Dengan luas 3600 meter, di Rumah Air Surabaya tersaji kran siap minum, edukasi, siklus air dan pompa air serta meteran di zaman Belanda dan kemerdekaan. Juga ada alat cetak rekening yang dipergunakan sejak zaman dulu.

"Konsepnya, di Rumah Air Surabaya, pengunjung melalui lorong waktu dari zaman Belanda hingga akan datang. Harapannya, tempat ini akan dibuka sebulan untuk umum secara gratis dan diharapkan generasi muda mau kemari karena ada edukasi lingkungan hidup," tandasnya. (Deny Prastyo/Rafa)

Tinggalkan Komentar