Hotel ini Satu-satunya di Surabaya yang Pajang Patung Gombloh

SURABAYA- Selain di Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya, ternyata Patung Gombloh juga dikoleksi oleh Hotel Varna yang ada di Jalan Tunjungan Nomor 51 Surabaya. Hotel ini menjadi satu-satunya hotel yang mengoleksi patung yang memiliki nama asli Soedjarwoto Soemarsono ini.

Seniman kelahiran Kabupaten Jombang tahun 1948 ini, semasa hidupnya telah mengeluarkan 5 album Solo yakni Gila, 1/2 Gila, Semakin Gila, Apel, dan Apa Itu Tidak Edan. Penyanyi yang masa muda hingga tutup usianya berada di Kota Surabaya itu akhirnya dibuatkan monumen berupa patung untuk mengenang sosok penyanyi balada sejati ini.

Jika Patung Gombloh di THR tidak terawat, berbeda dengan kondisi Patung Gombloh di Hotel Varna. Patung itu cukup terawat karena diletakkan dengan berbagai peninggalan zaman dulu seperti radio dan kursi zaman dulu, serta diberi backgroud foto Jembatan Merah.

Perbedaan lainnya, Patung Gombloh di Hotel Varna hanya berbentuk kepala Gombloh, tidak ada badannya seperti yang terlihat di THR Surabaya. Patung itu terletak di lantai dasar sisi utara. Rambutnya yang gondrong terurai, menambahkan gagahnya Patung yang dicat cokelat itu. Di depannya, terdapat tulisan ‘Cak Gombloh (The Legendary Surabaya Singer)’.

Front Office Supervisor Hotel Varna Ady Wijanarko mengatakan hotelnya sengaja melestarikan Patung Gombloh karena sosok Gombloh merupakan seniman ternama di Surabaya. Selain itu, Patung Gombloh sejalan dengan visi-misi Hotel Varna yang ingin mengeksplor budaya dan warisan budaya Kota Surabaya.

“Ciri khas hotel kami memang Surabaya tempo doeloe,” kata Ady kepada bicarasurabaya.com ditemui di hotelnya, Senin, (23/1/2017).

Oleh karena itu, di dinding-dinding Hotel Varna juga ditempel foto-foto Surabaya tempo doeloe. Bahkan, setiap kamar di hotel ini juga diberi foto sejarah berbeda-beda, sehingga setiap kamar memiliki tema sejarah yang berbeda-beda. “Tagline kami, setiap kamar punya cerita masing-masing,” kata dia.

Bicarasurabaya.com mencoba menengok beberapa kamar yang memajang foto bersejarah itu. Ternyata benar, setiap kamar memiliki gambar sejarah yang berbeda-beda, gambar itu diletakkan di dinding, ada foto Jembatan Merah, trem dan Jalan Tunjungan. Bahkan, beberapa fasilitas lainnya  juga menggunakan peralatan yang didesain layaknya fasilitas tempo doeloe. (Rafa/BS)

Tinggalkan Komentar