Begini Asal Muasal Patung Gombloh di Hotel Varna

SURABAYA- Patung Gombloh yang dipajang di Hotel Varna menyimpan cerita tersendiri bagi karyawan hotel yang beralamat di Jalan Tunjungan Nomor 51 itu. Sebab, patung seniman besar itu merupakan pemberian dari Mantan Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi.

“Ini dulu diberi oleh Pak Arif dan ini merupakan satu-satunya hotel di Surabaya yang memajang Patung Gombloh,” kata Front Office Supervisor Ady Wijanarko ditemui bicarasurabaya.com di hotelnya, Selasa, (24/1/2017).

Namun begitu, Ady mengaku tidak mengetahui asal muasal patung itu, karena hanya diberi oleh Arif Afandi yang saat itu juga menjabat sebagai Dirut BUMD PT Panca Wira Usaha Jatim. Hotel Varna, kata dia, yang merupakan aset BUMD hanya memelihara dan merawat patung itu supaya tetap bagus.

Menurut Ady, Patung Gombloh sengaja disandingkan dengan beberapa benda kuno lainnya seperti radio dan kursi-kursi kuno serta background foto Jembatan Merah tempo doeloe supaya tampak nuasa sejarahnya. Makanya, tak heran jika benda-benda kuno itu menjadi spot foto bagus bagi para pengunjung.

“Hampir semua tamu yang datang ke sini, mereka berfoto bersama Patung Gombloh dan benda-benda kuno itu,” katanya.

Sebagian pengunjung, lanjut dia, ada yang sudah tahu tentang sosok Gombloh selaku seniman besar yang masa muda hingga tutup usianya di Surabaya itu. Bagi mereka yang sudah tahu, pihak hotel hanya diskusi memperdalam pengetahuannya tentang Gombloh.

“Tapi, bagi mereka yang belum mengerti sosok Gombloh, kami berusaha menjelaskan, sehingga mereka pun ingat pada seniman tersebut,” kata dia.

Oleh karena itu, Patung Gombloh selalu menjadi ikon Hotel Varna bersama ikon lainnya, seperti interior, kamar hingga seragam, sampai menu makanan, dan bahasa yang digunakan, erat dengan unsur Surabaya tempo doeloe.

Sementara itu, Mantan Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi menceritakan asal muasal Patung Gombloh itu. Patung itu dibuat oleh seniman patung Surabaya bernama Nursurlis Koto. “Dulu konsep Hotel Varna itu mengakomodasi lokal culture, sehingga hotel yang sangat Surabaya,” kata dia.

Selain itu, konsepnya dulu semua tamu dipanggil Cak dan Ning. Makanya, di Patung Gombloh ada penjelasan konsep Cak dan Ning Suroboyo. Bahkan, di depan Patung Gombloh itu, terdapat tulisan ‘Cak Gombloh (The Legendary Surabaya Singer)’. “Kita semua perlu tahu, apa itu Cak dan apa itu Ning?” ujarnya. (Deny/Rafa)

Tinggalkan Komentar