Waspada! Jawa Timur Siaga Bencana

SURABAYA- Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan kondisi di Jawa Timur saat ini siaga bencana. Sebab, cuaca ekstrem pada musim hujan 2017 ini diperkirakan berlangsung sejak November 2016 hingga Maret 2017.

“Makanya, masyarakat perlu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Benny Sampir Wanto melalui siara persnya, Jumat, (27/1/2017).

Menurut Benny, Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur telah siaga menghadapi berbagai bencana di Jatim, termasuk bencana banjir dan longsor yang menimpa beberapa daerah pada tanggal 25-26 lalu.

"Selama dua hari itu, cuaca ekstrem terjadi di Jatim, dimana curah hujan tinggi hampir menerpa seluruh wilayah Jawa Timur. Akibatnya, beberapa daerah banjir dan longsor," ujarnya.

Adapun bencana longsor terjadi di Trenggalek, yaitu di Jalan Raya Trenggalek-Ponorogo KM 16.  Akibat tanah longsor dengan ketinggian material 0.5 meter, panjang 15 meter, dan lebar 5 meter ini, menyebabkan arus lalu lintas Trenggalek-Ponorogo macet total.

Sedangkan akibat curah hujan tinggi menyebabkan banjir di beberapa daerah, seperti di Jabon Sidoarjo, Probolinggo dan Pasuruan. BPBD Provinsi Jatim dan BPBD daerah setempat memberikan kebutuhan dasar seperti makanan bagi warga yang terdampak. 

"Untuk banjir di Jabon, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf menyempatkan diri mengunjungi masyarakat terdampak, sekaligus memberikan bantuan," ujarnya.

BPBD Provinsi Jatim, sebelumnya juga telah melakukan berbagai kegiatan pencegahan dan kesiap-siagaan bencana. Termasuk simulasi bencana seperti gladi posko dan posko siaga bencana melalui peringatan dini yang bersumber dari data.

“Selain itu, kami juga mengembangkan desa tangguh, desa tanggap bencana serta sekolah tangguh bencana,” pungkasnya. (Rafa/BS)

Tinggalkan Komentar