Begini Tanggapan Risma Soal Jajanan Sekolah yang Mengandung Zat Berbahaya

SURABAYA- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung memerintahkan Satpol PP Kota Surabaya untuk merazia jajanan anak sekolah yang diduga mengandung zat berbahaya. Bahkan, Risma juga meminta Dinas Kesehatan Surabaya untuk melakukan uji laboratorium jajanan tersebut.

“Pertama memang ada temuan itu, kemudian kami cek ke laboratorium ternyata mengandung apa gitu, saya lupa. Kemudian saya perintahkan untuk terus melakukan razia,” kata Risma kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Selasa, (7/3/2017).

Razia itu, kata Risma, akan dilakukan kepada pedagang kaki lima yang biasa mangkal di sekitar sekolah atau di depan sekolahan maupun toko yang menjual jajanan sekolahan seperti permen yang diduga mengandung zat berbahaya itu.

Bahkan, Risma juga akan meminta Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita untuk menyampaikan langsung kepada awak media tentang hasil laboratorium terhadap jajanan sekolah atau permen tersebut.

"Hasilnya nanti biar Bu Feni yang jelaskan. Nanti biar Kadinkes saya suruh konferensi pers, nanti keliru kalau aku yang ngomong," ujarnya.



Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya berserta jajaran Kamtibmas melakukan razia jajan sekolah yang diduga mengandung zat-zat yang membahayakan, Selasa, (7/3/2017).

Dari hasil penyisiran di seluruh wilayah 14 kecamatan, ditemukan jajanan permen dengan jumlah yang variatif. Ada 3 jenis permen yang ditemukan, yaitu permen keras, permen berbentuk domba dan permen dot yang rata-rata dijual dengan harga Rp 1000.

"Permen joy stik dan yang menyerupai lolipop akan diserahkan ke Puskesmas kemudian dikirim ke Dinkes untuk dilakukan penelitian lebih lanjut, apakah mengandung zat berbahaya atau tidak," kata Kasatpol PP Surabaya Irvan Widyanto. (Deny Prastyo/M. Syarrafah)

Tinggalkan Komentar