Sore Ini, Wali Kota Risma Buka Dolly Saiki Fest 2017

SURABAYA- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tegas menutup semua lokalisasi di Kota Surabaya, termasuk di kawasan eks lokalisasi Dolly yang kini sudah mulai bersinar dengan pemberdayaan manusianya.

Bahkan, saat ini warga di kawasan eks lokalisasi Dolly sudah bisa mandiri dengan berbagai produk dan kreativitasnya. Berbagai UKM sudah berkembang di kawasan yang terkenal dengan dunia hitamnya itu. Risma pun selalu mendorong dan memompa semangat warga untuk terus berdaya secara mandiri.

"Yang terpenting adalah anak-anak terselamatkan. Masa depan mereka masih panjang," kata Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Sabtu (13/5/2017).

Dalam rangka mendukung komitmen Risma untuk mewujudkan Surabaya bebas prostitusi itu, komunitas bicarasurabaya bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya dan Kejari Surabaya menggelar acara bertema Dolly Saiki Fest 2017.

Festival ini akan dibuka langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sore ini yang sekaligus akan meresmikan Dolly Saiki Point di Gang Lebar B Nomor 27. Dolly Saiki Point atau DS itu menempati bangunan yang telah dibeli Pemkot Surabaya.

"Ibu Wali melaunching Dolly Saiki Fest 2017. Festival yang terdiri dari 23 acara ini akan berlangsung selama tiga bulan, berakhir 16 Juli," kata Camat Sawahan M Yunus kepada wartawan di sela persiapan peresmian DS Point.

Nama Dolly Saiki, bagi Yunus, telah melalui perdebatan panjang. Sebab, pemilihan Dolly Saiki memiliki filosofi yang sangat penting dan makna.

"Ini Dolly Saiki, kalau dulu prostitusi sekarang menjadi Dolly yang penuh warna, inspirasi dan karya. Warga di sini sudah trampil membuat kerajinan dan olahan makanan," katanya.

Ia mencontohkan, warga di Jarak sudah mampu dan berhasil membuat batik. Batik made in warga eks lokalisasi ini mampu bersaing dengan batik dari lokasi lain.

"Ini yang membuat warga di sini bangga, Dolly tetap tersohor sekarang, tetapi bukan karena prostitusinya. Warga bangkit dan membuktikan," tegas Yunus. (Deny Prastyo/M. Syarrafah).

Tinggalkan Komentar