Polisi Gandeng TNI dan Pemkot Jaga Surabaya Tetap Aman Selama Ramadan

Surabaya - Untuk menjaga situasi Kota Surabaya tetap aman selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri, Polrestabes meluncurkan program 'Surabaya Tertib Ramadan'.

Polrestabes Surabaya menggandeng TNI dan Pemkot Surabaya untuk secara bersama turut serta mengatasi gangguan keamanan. Sinergi tiga pilar ini diharapkan bisa melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.

"Kegiatan ini bersifat pencegahan. Kegiatan terpadu untuk mencegah gangguan keamanan. Kenapa terpadu, karena keterpaduan merupakan kekuatan yang dahsyat untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Meniadakan segala gangguan keamanan," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal kepada wartawan seusai launching Surabaya Tertib Ramadan di Ruang M Yasin Polrestabes Surabaya, Jumat (26/5/2017) malam.

Iqbal mengatakan, teori saja tidak akan mampu mengatasi gangguan keamanan yang kemungkinan terjadi. Jadi, untuk konkretnya semua pihak harus turun bersama. Salah satu contohnya adalah melakukan kegiatan patroli secara bersama.

"Konkretnya, kami akan turun bersama. Kita lakukan patroli, bisa jalan kaki, bisa bersepeda. Kami terus mengupayakan pencegahan gangguan keamanan," kata Iqbal.

Iqbal bahkan mewajibkan tiga pilar membuat pos terpadu. Pos itu nantinya akan berfungsi sebagai pusat pelayanan dan pos siaga. Akan ada 23 pos terpadu yang berdiri di Surabaya selama Ramadan.

"Akan dijadikan pos sampai akhir Ramadan. Kami ingin tiga pilr ini timbul agar gangguan keamanan tenggelam. Kami akan datang duluan sebelum gangguan keamanan terjadi," tegas Iqbal.

Pemkot Surabaya melalui Asisten III Hidayat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan Surabaya Tertib Ramadan ini. Hidayat ingin agar kegiatan positif ini tidak berhenti hingga Ramadan berakhir.

"Kegiatan ini mendapat restu dan dukungan bu wali kota (Tri Rismaharini). Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhentisetelah Ramadan, tetapi terus jalan setelah Ramadan," kata Hidayat.

Sementara itu, Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Kolonel (Czi) Denny Herman mengatakan bahwa pada prinsipnya TNI siap untuk membantu pihak kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Denny, tiga pilar merupakan hal yang luar biasa. dari tingkat pusat hingga tingkat daerah harus bekerja maksimal dan terpadu. Masyarakat juga harus terlibat dalam arti berperan aktif untuk menginformasikan segala sesuatu di lingkungannya.

"Segera lapor bila ada hal yang mencurigakan. Tingkatkan kewaspadaan. Jangan sampai teror seperti yang terjadi di Jakarta, terjadi di Surabaya," kata Denny.

Tinggalkan Komentar