Pertama Digelar, Open House Polrestabes Surabaya Diserbu Warga

SURABAYA- Sebanyak 1500 warga Kota Surabaya tumplek blek di Markas Polrestabes Surabaya, Sabtu, (1/7/2017). Mereka sangat antusias mengikuti open house yang digelar pertama kalinya di Polrestabes Surabaya itu.

Acara yang digelar untuk memperingati HUT ke-71 Bhayangkara dan suasana lebaran itu digelar berbeda. Bukan hanya sekadar salam-salaman dan menyajikan berbagai macam makanan, tapi open house kali ini Polrestabes Surabaya mengeluarkan semua peralatannya, mulai dari kendaraan patwal, sepeda motor militer, rompi tim bandit hingga mobil dan pakaian gegana yang selama ini dipakai kepolisian.

Semua peralatan itu bisa dicoba atau pun dibuat selfie oleh warga yang berkunjung ke Mapolrestabes Surabaya. Tak heran jika banyak warga yang berfoto bersama mobil gegana, motor polisi militer dan mobil patwal.

Selain itu, disiapkan pula booth khusus selfie. Kapolrestabes Surabaya berkali-kali melayani foto bersama di booth tersebut, termasuk foto bersama dengan Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto dan Kepala Biro Detik.com Jawa Timur Budi Sugiharto serta didampingi dua camat. Menariknya, mereka memakai rompi dan topi tim anti bandit, sehingga foto bersama itu menyita perhatian banyak pihak karena unik.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal mengatakan sebenarnya hanya ingin menyapa masyarakat dengan menggelar open house, tapi karena open house itu sudah digelar setiap hari dan hari ini bertepatan dengan HUT Bhayangkara, maka Polrestabes Surabaya mengadakan acara yang sangat istimewa, yaitu open house dengan memamerkan semua peralatan kepolisian mulai dari sarana dan prasarana Polri.

“Alhamdulillah disambut antusias oleh masyarakat. Makanya, masyarakat jangan hanya datang ketika ada masalah saja. Silahkan datang ke kantor polisi, ini kantornya masyarakat,” kata Iqbal disela-sela menerima tamu.

Iqbal kembali menegaskan bahwa niat utama menggelar open house adalah ingin menunjukkan bahwa polisi merupakan pelindung masyarakat dan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Walaupun, ada polisi di luar jawa diciderai oleh kelompok-kelompok tertentu, tapi dia pastikan tidak pernah takut, sehingga tetap menggelar acara tersebut.

“Tetapi ada parameternya. Kawan-kawan dari Brimob dari Jibom melingkari Markas Polrestabes Surabaya, sehingga tidak ada satu senti pun yang tidak bisa kami awasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Iqbal juga meminta maaf kepada masyarakat yang menghadiri acara tersebut apabila harus digeledah sebelum masuk. Ia memastikan penggeledahan itu dengan rasa santun dan humanis. “Kita sama-sama jaga keamanan, kebersamaan dan kedamaian,” pungkasnya.

Daniel, salah satu warga yang ikut open house Polrestabes Surabaya mengapresiasi acara yang baru digelar itu. Sebab, dengan cara itu warga Kota Surabaya bisa mengetahui berbagai peralatan yang dimiliki dan yang digunakan polisi untuk mengamankan Kota Surabaya.

"Ini terobosan bagus. Jarang sekali warga bisa masuk dan bisa foto-foto bersama peralatan Polrestabes Surabaya. Semoga tahun depan ada lagi ya," harapnya. (Deny Prastyo/M. Syarrafah).

Tinggalkan Komentar