Komunitas Bicara Surabaya Bantu Kelompok Belajar Nusantara Kita di Dolly

SURABAYA- Komunitas Bicara Surabaya melakukan bakti sosial dengan membantu kelompok belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bernama Kelompok Belajar Nusantara Kita yang lokasinya bersebelahan dengan eks Wisma Barbara di Jalan Kupang Gunung Timur I, Selasa, (25/7/2017).

Bantuan itu berupa satu unit dispenser dan satu unit Kipas Angin yang sangat dibutuhkan oleh mereka. Selama ini, 34 ABK itu belajar dengan fasilitas seadanya di eks wisma bekas esek-esek itu.

Kustiningsih, salah satu pengajar yang mengelola “Kelompok Belajar Nusantara Kita” mengaku selama ini mengelola kelompok belajar secara swadaya. Mereka hanya mengandalkan bantuan dari Pemkot Surabaya dan beberapa relawan serta yayasan yang suka rela menyumbang.

“Terimakasih bantuannya dari Komunitas Bicara Surabaya, semoga ini bermanfaat bagi teman-teman di sini,” kata Kustiningsih kepada bicarasurabaya.com disela-sela penyerahan bantuan.

Kustiningsih mengaku selama ini hanya memakai kipas angin satu unit, sehingga kurang bisa menjangkau ke semua ruangan. Selain itu, ia juga mengaku sangat terbantu dengan dibantunya dispenser itu, sehingga anak didiknya itu bisa lebih nyaman dan terfasilitasi untuk minum.

“Dengan adanya kipas angin ini anak-anak menjadi lebih nyaman dan tempat minum ini juga bermanfaat, sehingga anak-anak tidak lari ke sana kemari jika ingin minum," ujarnya.

Selama ini, kata dia, mengelola kelompok belajar itu dengan suka-duka, sehingga uang pribadinya pun seringkali terpakai untuk keperluan operasionalnya, termasuk untuk bayar listrik, snack dan jajan anak-anaknya itu.

"Ya kita dapat honor untuk sementara dikatekorikan PAUD, kita sisihkan iuran untuk beli token listrik dan jajannya ana-anak," ujarnya.

Sukartiningsih juga berterimakasih kepada Pemkot Surabaya karena telah memberikan ruang untuk anak-anak belajar. Termasuk kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang membantu sarana pendukung belajar dan bermain, seperti mainan mandi bola dan karpet yang ada di kelompok belajarnya itu.

“Sebuah yayasan juga menyumbang buku-buku bacaan. Seorang saudara wali kota turut menyumbang meja untuk belajar. Dan Pak Camat (Yunus) juga menyumbang keyboard untuk belajar kesenian anak-anak," kata dia. (Deny Prastyo).

Tinggalkan Komentar