Langgar 2 Perda Sekaligus, Reklame Pembangunan Hotel di Jalan Tunjungan Ditindak

SURABAYA- Reklame Pembangunan Hotel yang berada di Jalan Tunjungan ditertibkan oleh petugas Satpol PP Kota Surabaya karena melanggar alih fungsi pedestrian dan alih reklame.

Pantauan bicarasurabaya.com di lokasi, penertiban dilakukan oleh Satpol PP karena pihak kontraktor Adhi Persada Bagunan menutup pedestrian dengan lebar kurang lebih 2 meter dan merusak pedestrian dengan melubanginya karena untuk dibuat fondasi reklame yang bertuliskan 'Adhi'.

Petugas Satpol PP Kota Surabaya bersama denga Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang memberikan tanda silang pada tiang dan kerangka bangunan yang mengalih fungsikan pedestrian.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan pembangunan hotel itu telah melanggar dua perda sekaligus, yakni Perda nomor 6 tahun 2013 tentang IMB dan Perda nomor 10 tahun 2000 tentang penggunaan Jalan.

"Jadi, mereka melanggar alih fungsi pedestrian dan alih reklamenya," kata Irvan saat memimpin penertiban itu.

Irvan juga menambahkan penertiban dan  pelanggaran alih fungsi pedestrian sudah hampir dua minggu. Awalnya, petugas Satpol PP hanya memantau pelanggaran itu, namun setelah mendapatkan berkas yang lengkap, langsung ditindak.

"Awalnya 2-3 hari kita pantau, tapi setelah mendapat berkas izinnya, ternyata pembangunan di luar hotelnya tidak ada izin alih fungsi pedestriannya. Sedangkan untuk izin membangun hotelnya sudah lengkap, tapi mereka melanggar dengan merusak serta mengalihfungsikan pedestrian," tutur Irvan. (Deni Prastyo)

Tinggalkan Komentar