BNN Provinsi Jatim Tembak Mati Bandar Narkoba 3 Kg

SURABAYA- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur berhasil memutus mata rantai peredaran narkoba di Jawa Timur. Sebab, BNN berhasil mengamankan 3 Kilogram sabu-sabu dari badar narkoba dan tak main-main petugas menembak mati pelaku.

Petugas melepaskan tembakan kepada pelaku berinisial AS (26) warga Godang Wetan Kabupaten Pasuruan yang melarikan diri saat hendak ditangkap. Petugas BNNP juga menangkap TS (50) yang berasal dari Kampung Baru Kabupaten Pasuruan.

Kepala BNNP Jawa Timur, Fathur Rachman mengatakan kedua tersangka sudah diintai sejak dua bulan terakhir. Namun, ketika hendak ditangkap, mereka berusaha melarikan diri, sehingga dengan terpaksa ditembak mati.

"Dua tersangka ini sudah menjadi Target Operasi (TO) sudah lama, saat kita lakukan pengejaran tersangka berusaha melarikaan diri setelah kita peringatkan, namun karena dia tidak dihiraukan, kita tembak," KataBrigjen Pol Fatkhur Rahman saat rilis di Kantor BNNP Jatim, Senin (31/7/2017).

Kejadian penangkapan pengedar narkoba asal kabupaten Pasuruan ini, pada saat Minggu (30/7/2017) kemarin, sekitar pukul 19.00 WIB yang mendapatkan laporan tentang peredaran narkoba di kawasan Pasuruan.

Kemudian petugas pelakaukan penyelidikan dan penelusuran dan akhir berhasil mengamanankan barang bukti 3 kilogram paket sabu-sabu.

Awalnya petugas berhasil menangkap TS, kemudian tersangka mengaku hendak kiriman barang haram dari tersangka AS yang berprofesi sebagai kernet angkutan.

Akhirnya, mereka menyepakati melakukan pertemuan di perempatan Mandala di Jalan lombok Kelurahan Trajeng Kecamatan Gading Rejo Kot Pasuruan.

"Kemudian kita lakukan pengerebekan, tersangka AS kabur kita tembak kebetulan mengenai dadanya dan kita larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolong, dari penggerebekan itu, kita menggeledah tas berwarna biru yang di dalamnya berisi tiga bungkus warna coklat yang jumlah total 3 kilogram," tambahnya.

Fathur Rachaman menambahkan mereka merupakan jaringan yang biasanya beroperasi di daerah Banyuwangi, Pasuruan, Situbondo, dan Lumajang.

Akibat  perbuatannya, salah satu pelaku yakni TS yang berhasil diamankan dijerat dengan pasal 112 dan 114 Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun kurungan penjara atau hukuman mati. (Deny Prastyo)

Tinggalkan Komentar