Pedagang Pasar Tanjungsari Geruduk DPRD Surabaya

SURABAYA- Pedagang Pasar Tanjung Sari yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional (PPPT) menggelar aksi di depan kantor DPRD Kota Surabaya, Kamis, (3/8/2017).

Mereka menutut keadilan dari wakil rakyat yang berada di DPRD Kota Surabaya terhadap keberadaan pasar Tanjung Sari yang sudah memiliki izin.

"Kita menolak penutupan, kita akan lawan, atas dasar apa mereka melakukan penutupan," kata Koordinator Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional (PPPT) Kusnan ketika aksi.

Menurut Kusnan, di Surabaya itu ada 164 pasar tradisional, hampir semuanya belum memiliki izin beroperasi. "Dari 164 pasar tradisional itu, enam diantaranya kita yang memiliki izin," ujarnya.

Oleh karena itu, ia bersama para pedagang buah di Pasar Tanjungsari meminta penjelasan terkait pembekuan izin operasi pasar yang akan berujung pada pentupan pasar tersebut.

"Kami minta biarkan kami berdagang, mereka punya tempat, kita punya tempat, kami minta biarkan kami berdagang, kalau dulu berjualan di jalan kita diobrak, kita setuju karena mengganggu jalan, tapi kalau sudah ada tempat dan mengantongi izin, kenapa kok masih dilarang," ungkapnya.

Selain itu, mereka juga ingin meminta penjelasan Komisi B DPRD Kota Surabaya yang mereka anggap telah bermain mata dengan Dinas Perindustrian Kota Surabaya yang sudah mengeluarkan surat peringatan dan surat pembekuan operasional Pasar Tanjungsari.

Namun, ketika hendak bertemu Komisi B DPRD Kota Surabaya, tidak ada satu pun anggota dewan yang menemuinya.

Kesal tidak ditemui, mereka akhirnya melakukan orasi di depan kantor DPRD Kota Surabaya dengan membentangkan spanduk dan memasangnya di depan gedung dewan. Selannjutnya, mereka geser ke kantor Dinas Perdagangan Kota Surabaya. (Deny Prastyo)

Tinggalkan Komentar