Risma Ingin Majukan Surabaya Melebihi Singapura

SURABAYA- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membeberkan komitmennya untuk memajukan Kota Surabaya supaya bisa melebihi Singapura. Komitmen itu karena ada pengusaha dunia yang memperkirakan Kota Surabaya bakal melebihi Singapura di masa mendatang.

“Ada salah satu pengusaha dunia, dia mengelola duit 11kali APBN kita, dia orang Amerika yang dua pertiga hidupnya dari satu tahun itu selalu berada di luar Amerika karena harus mengelola perusahaannya yang sangat besar,” kata Risma dalam sambutannya ketika tasyakuran kantor bicarasurabaya.com di Jalan Lesti no 22 Surabaya, Kamis, (17/8/2017).

Menurut Risma, pengusaha dunia itu menyampaikan bahwa suatu saat nanti Kota Surabaya bisa lebih besar daripada Singapura. Ia yakin jika kontribusi DPRD Surabaya sangat penting dalam memajukan pembangunan Kota Surabaya.

“Pengusaha dunia itu menyampaikan bahwa suatu saat nanti Surabaya bisa lebih besar daripada Singapura. Kelau bisa lebih cepat, kenapa harus lebih lambat,”  ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengajak kepada semua pihak untuk membangun Kota Surabaya. Hal ini bukan untuk dirinya, bukan untuk Kapolrestabes Surabaya maupun Kajari Surabaya, tapi hal itu untuk masyarakat Kota Surabaya.

“Ini penting karena kita harus mengajarkan kepada masyarakat cara kerja yang benar dan cara berpikir yang benar supaya masyarakat bisa cepat pintar dan dewasa,” tegasnya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga mengaku awalnya minder ketika berbicara di Korea, Singapura dan Malaysia karena negara itu sangat maju. Kondisi itu berbeda dengan saat ini, karena mereka telah melihat Surabaya sebagai motor pembangunan.

“Artinya, jika bisa mengajarkan kepada masyarakat dan kalau ekonominya tumbuh serta masyarakatnya tumbuh dengan baik, saya yakin percepatan ini sangat luar biasa. Tapi saat ini saya berdiri tegak dan saya bisa bicara di depan wali kota bahkan menteri di luar negeri,” tegasnya.

Makanya, Risma mengajak kepada semua pihak untuk sama-sama membangun Kota Surabaya, karena tidak mungkin hanya dikerjakan oleh pemerintah.

“Tapi, kalau semuanya membangun dan berkontribusi positif, baik pengusaha, media, dan swastanya, maka saya yakin akan berhasil,” pungkasnya. (Deny Prastyo).

Tinggalkan Komentar