Minta Hearing, Pedagang Pasar Tanjungsari Demo DPRD

SURABAYA- Pedagang pasar buah yang terdiri dari pedagang Pasar Rakyat Tanjungsari 74, Pasar Buah Tanjungsari 47 dan Pasar Dupak 103 mendatangi DPRD Kota Surabaya, Jumat (25/8/2017).

Kedatangan mereka untuk meminta kejelasan kepada dewan tentang surat pengajuan hearing atau dengar pendapat yang telah dikirimkan kepada komisi B sebulan yang lalu.  

Massa aksi sempat dihadang oleh petugas keamanan untuk masuk ke gedung DPRD Kota Surabaya karena tidak mengantongi izin bertemu dengan anggota dewan. Saat itu, perdebatan pun terjadi, massa aksi ngeyel untuk masuk ingin bertemu komisi B yang saat itu tidak ada satu pun yang hadir.

Namun, karena terus ngeyel, massa aksi diizinkan masuk untuk sekadar mengecek ruangan Komisi B. Mereka pun memasuki gedung dewan dengan dikawal oleh pihak kepolisian dan petugas keamanan dewan.

Setelah memasuki ruangan komisi B, ternyata tidak ada satupun pun anggota dewan. Mereka hendak menyegel ruangan komisi B dengn membawa selebaran bertuliskan “Disegel Rakyat”.

Koordinator Aksi, Kusnan bersikeras untuk menempelkan tulisan itu di pintu masuk komisi B. Namun, setelah mendapatkan pengertian dari petugas keamanan dewan, massa aksi akhirnya mengerti dan mulai meninggalkan ruangan itu.

"Kami di sini sampai dua kali datang, kapan kami diterima hearing, itu aja. Kami tidak neko-neko. Terima kami, ajak dialog kami tentang kebenaran, apa maksudnya dari semua ini, dari surat-surat yang ingin mereka terbitkan untuk penutupan pasar kami. Itu sebenarnya, tidak neko,” kata dia.

Beberapa menit kemudian, massa aksi mendengar kabar bahwa ada salah satu anggota komisi B dari PDI Perjuangan, Baktiono yang mau menerima keluhan pedagang Tanjungsari.

"Saya ini hanya anggota, semua tergantung pada ketua, jadi minggu depan bisa diagendakan," kata Baktiono.

Setelah mendengarkan beberapa keluhan pedagang, Baktiono menyampaikan bahwa dulu berangkat dari PKL menjadi pedangang eceran, kemudian menjadi pedangan grosir adalah suatu kemanjuan.

"Jangan sampai dimatikan, belum tentu akan tambah berjalan," ungkapnya.

Ia pun menjelaskan bahwa draf surat undangan untuk hearing sudah dibuat sejak beberapa hari lalu. Makanya, sekarang tinggal teken dari Ketua DPRD Kota Surabaya.

"Surat sudah kami buat, sejak Selasa lalu, tinggal nunggu teken dari Ketua, karena surat undang bukan atas nama kita, tapi atas nama Ketua DPRD Kota Surabaya," tandasnya. (Deny Prastyo)

Tinggalkan Komentar