Menteri Yohana Pakai Sepatu Australia Saat ke Dolly, Ini yang Terjadi

SURABAYA- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise berkunjung ke Dolly setelah acara Temu Nasional Partisipasi Publik dan Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) 2017 di Taman Bungkul, Minggu, (27/8/2017).

Tiba di Dolly, dia mencoba sepatu produk Dolly dan langsung memuji kualitasnya. Bahkan, ia juga membandingkan sepatu Dolly itu dengan sepatu produk Australia. Ia menilai sepatu Dolly itu lebih enak dipakai.

"Rasanya enak sekali, makanya saya langsung ganti sepatu, yang tadi saya pakai, itu beli di Perth Australia, karena saya baru datang dari sana. Tapi yang ini (sepatu Dolly) rasanya enak sekali ya," kata Yohana sambil memamerkan sepatu dolly yang dipakainya.

Baca juga: Di Taman Bungkul, Menteri Yohana Pastikan Perempuan dan Anak Jadi Perhatian Dunia

Lantas, ia memborong sepatu dan sandal Dolly itu. Setidaknya ada tujuh pasang yang terdiri dari dua pasang sandal dan lima pasang sepatu yang diborongnya kala itu.

Menteri Yohana mengaku sangat terkesan dengan perubahan Dolly Saiki yang saat ini menjadi tempat produktif  dan dapat memberdayakan kaum perempuan.

"Saya terkesan karena saya bisa datang secara langsung ke dolly. Ini sudah berubah jadi tempat yang produktif untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga yang dimulai dari kelurahan," ujarnya.

Menurut Yohana, kondisi di Dolly ini merupakan bentuk perubahan nyata dimana daerah-daerah yang dianggap kurang mampu berubah bisa menjadi daerah berubah dan produktif.

"Saya bisa mengajak karyawan-karyawan di sini untuk pergi ke daerah lain, supaya bisa membantu saudara-saudara kita di tempat lain yang masih membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal pembuatan sepatu dan sandal-sandal di hotel-hotel, sehingga tempat ini (dolly) bisa terkenal di seluruh Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Bu Menteri Yohana Borong Sepatu dan Sandal Made in Dolly Saiki

Pada kesempatan itu, Yohana juga mengapresiasi kerja keras Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam merubah Dolly. Bagi dia, kondisi di eks lokalisasi itu bisa dipakai model untuk pemimpin-pemimpin di daerah lain supaya berkomitmen melindungi dan memperdayakan kaum perempuan.

"Saya mengapresiasi mulai dari dulu, sejak kasus dolly ini diangkat, saya sangat apresiasi terhadap kerja keras Bu Risma," pungkasnya. (Deny Prastyo)

Tinggalkan Komentar