Proyek Trem di Surabaya Tidak Jelas, Apa Kabar Pemerintah Pusat?

SURABAYA - Proyek tranportasi massal yang direncanakan Trem di Kota Surabaya masih belum jelas. Proyek yang menjadi perhatian nasional tersebut sudah molor beberapa tahun.

Toh begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak diam meski pemerintah pusat yang akan terlibat dari sisi pendanaan belum tegas memberikan kepastian waktunya.

"Pemkot sudah bergerak mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bapekko) Surabaya Agus Imam Sonhaji saat ditemui bicarasurabaya.com di Balai Kota Surabaya, Senin (28/8/2017).



Persiapan yang sudah ditempuh pemkot untuk mendukung proyek senilai Rp 2,3 Triliun, kata dia, adalah melakukan pelabaran di ruas Jalan Raya Darmo. Karena jalur sisi  kanan akan digunakan untuk rel trem yang start dari Joyoboyo hingga Tunjungan itu.

"Berem atau median jalan di  Raya Darmo sudah kita kepras to, agar jalannya lebar," kata Sonhaji.

Tak hanya itu, pelebaran Jl Simpang Dukuh juga sudah ditempuh. Sebagian rumah sudah dibebaskan, karena kawasan tersebut sebagai rute dari Jalan Tunjungan menuju Jl Gubernur Suryo lewat Pasar Genteng Besar.

Nantinya, luas lajur Jalan Tunjungan akan menyempit. Saat ini, jalur pedestrian di kawasan Tunjungan itu tengah dalam perluasan menjadi lebar.



"Konsepnya kan pedestrian luas maka pejalan kaki akan banyak dan nyaman. Karena jalan raya hanya untuk satu lajur kendaraan dan bagian tengah untuk rel trem," kata Sonhaji.

Proyek trem yang kerjasama dengan Kementerian Perhubungan itu memang masih tanda tanya keseriusannya. Dari data yang dihimpun, wacana trem itu sudah muncul sejak tahun 2015.

Dan saat itu, rute trem yang direncanakan Joyoboyo-Tugu Pahlawan, bukan Joyoboyo-Tunjungan. Molornya rencana proyek itu tentu juga berdampak pada beban alokasi biaya.

"Kalau sampai Tugu Pahlawan ya sekitar Rp 3 T," katanya.

Meski proyek pemecah kemacetan dan upaya untuk mengajak masyarakat berganti ke moda transportasi umum belum ada tanda-tanda dimulai, warga tetap berharap jika proyek itu tuntas sebelum Tahun 2020.

"Harapan kita juga begitu, rampung 2019," kata Sonhaji.

Reporter: M Syarrafah

Tinggalkan Komentar