Mama Papua Pun Tertarik Belajar Membuat Sandal Dolly

SURABAYA- Rombongan Mama Papua yang berkunjung ke Surabaya sejak tanggal 24 Agustus kemarin, sangat antusias mengikuti pelatihan membuat sandal made in Dolly di Kapas Krampung Plaza, Senin, (28/8/2017). Hari ini merupakan hari kelima bagi Mama Papua untuk menimba ilmu di Kota Surabaya.

Banyak hal yang telah mereka pelajari selama berada di Surabaya, seperti berkunjung ke taman-taman, belajar mengolah sampah menjadi kompos, belajar memasak, menjahit dan pelatihan lainnya.

Hari ini, mereka belajar membuat sandal kepada koordinator KUB Mampu Jaya Atik yang telah malang melintang dalam membuat sepatu dan sandal khas Dolly. Pada pelatihan pertama ini, Mama Papua itu diajari membaut sandal hotel karena pembuatannya relatif mudah.

"Sandal hotel teknik pembuatannya masih relatif mudah, tim kami memberikan materi ini terlebih dahulu agar mereka dapat dengan mudah mempraktekkan pembuatannya," kata Atik seusai memberikan pelatihan kepada Mama Papua.

Pada hari kedua Selasa Besok, (29/8/2017), Mama Papua itu akan dilatih membuat sepatu kulit. Pelatihannya pun di tempat berbeda, langsung di rumah produksi KUB Mampu Jaya, yaitu di Jalan Kupang Gunung Timur I No. 20-22, Surabaya.

Atik mengaku sangat bangga diberikan amanah untuk menjadi pengajar mama Papua. Ia pun mengaku tidak pernah menyangka bisa mendapatkan kepercayaan itu dari Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Nanis Chaerani.

"Gak nyangka bisa diberi amanah sama Ibu Nanis, kami langsung merespon dengan baik dan siap untuk melaksanakannya. Semoga ilmu kami bermanfaat dan barokah,” harapnya.

Salah satu Mama Papua juga menyampaikan terimakasih kepada tim KUB Mampu Jaya yang telah bersedia mengajari pembuatan sandal. Ia pun berharap supaya tim KUB Mampu Jaya datang ke Papua untuk memberikan pelatihan semacam itu.

"Di sana kalau mesin rusak, harus membawa mesinnya ke Makassar. Makanya kami ingin Tim KUB Mampu Jaya dapat berkunjung ke Papua untuk memberikan pengajaran menjahit dan menservis mesin jahit yang rusak," ujarnya.

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto
Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar