Pertama Kali ke Dolly, Ini yang Dilakukan Peserta Puspa

SURABAYA- Rombongan Kementerian yang sekaligus peserta Temu Nasional Partisipasi Publik dan Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) mengunjungi  eks lokalisasi Dolly, Selasa, (29/8/2017).

Rombongan ini ternyata membawa berkah tersendiri bagi UKM yang ada di Dolly, khususnya yang ada di eks wisma Barbara dengan produk sepatu dan sandalnya serta produk-produk yang dipamerkan di DS Point. Rombongan ini pun memborong banyak barang milik UKM Dolly saiki itu.

Rifian Handayani, rombongan dari kementerian yang sekaligus peserta Puspa asal Bengkulu mengatakan bahwa pertama kalinya berkunjung ke Surabaya dan baru pertama juga datang ke Dolly.

Ia mengaku sangat terkesan dengan produk-produk yang dijual UKM Dolly, makanya dia memborong beberapa produk khas Dolly Saiki itu.

"Saya pertama ke Surabaya, datang ke Dolly sangat berkesan buat saya. Barang-barang yang dijual di eks lokalisasi ini sangat bagus dan enak. Saya memborong minuman dan makanan juga," kata Rifian kepada bicarasurabaya.com ketika di DS Point.

Para pelaku UKM pun merasa senang dengan kedatangan rombongan ini, sehingga tak lama setelah rombongan ini balik, mereka langsung menghitung penghasilannya saat dikunjungi rombongan peserta Puspa ini.

"Alhamdulillah sepatu dan sandal karya kami banyak yang beli, total kami dapat Rp 1,5 juta dari pembeli rombongan ini," ungkap Koordinator KUB Mampu Jaya Atik ditemui di rumah produksinya.

Rezeki yang sama juga didapatkan oleh UKM yang produknya dipamerkan di DS Point, karena rombongan ini juga berkunjung ke DS Point setelah dari KUB Mampu Jaya.

Umi salah seorang pekerja di DS Point mengatakan kedatangan rombongan ini memberikan berkah tersendiri bagi UKM. Banyak barang dagangan mereka yang dibeli oleh rombongan itu.

Baca juga: Setelah Menteri Yohana, Kini Giliran Peserta Puspa yang Penasaran Perubahan Dolly Saiki

"Hasil penjualan saat kunjungan rombongan ini mencapai Rp 2,7 juta. Alhamdulillah bisa memberikan berkah tersendiri bagi kami, semua produk di sini banyak dibeli oleh mereka," ujar Umi senang.

Sekitar 80 rombongan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mempunyai cerita masing-masing tentang kesannya berkunjung ke Dolly Saiki. Sebab, kesan Dolly sebagai tempat prostitusi itu telah sirna dengan berkembangnya UKM-UKM kreatif di kawasan tersebut.

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar