Jarwo Sang Buronan Polisi hingga Jadi Bos Tempe di Dolly Mempesona Rombongan Puspa

SURABAYA- Kunjungan rombongan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Dolly menyisakan kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Banyak peserta rombongan ini mengaku senang akan perubahan Dolly.

Rombongan terlihat antusias mendengar penjelasan tentang perubahan Dolly. Mereka banyak menanyakan bagaimana Dolly yang dulu hingga menjadi seperti sekarang ini.

Seperti kisah Jarwo yang dulunya menjadi salah satu buronan dalam kasus Dolly tahun 2014, yang saat itu menolak penutupan dolly. Dengan membawa kebo bertuliskan "PKL itu ibarat sawah, yang diinjak-ijak saat akan panen".  Simbol tersebut menjadikannya sebagai salah satu target operasi polisi, sehingga dia terpaksa melarikan diri ke Sidoarjo.

"Dulu pada aksi penolakan tahun 2014, saya melarikan diri ke Sidoarjo. Dari pelarian itu saya bisa membuat tempe dan sekarang dia pengusaha Tempe Jarwo khas Dolly, Alhamdulillah sekarang rejeki semakin menjadi barokah," kata Jarwo saat  berdialog dengan rombongan Puspa.

Baca juga: Setelah Menteri Yohana, Kini Giliran Peserta Puspa yang Penasaran Perubahan Dolly Saiki

Mendengar penjelasan tersebut, banyak rombongan melontarkan pertanyaan kepada Jarwo yang saat itu juga hadir di DS Point memamerkan tempenya.

"Gimana mas sekarang, akhirnya seneng kan bisa lebih baik, daripada dulu kayak gitu malah nggak berkah rejekinya," ungkap salah satu peserta kepada Jarwo.

Tepuk tangan rombongan pun bergemuruh saat mendengarkan perjalanan Jarwo hingga sukses menjadi pengusaha tempe. Banyak teriakan rombongan yang ikut merasa senang terhadap perubahan di Dolly saiki.

Baca juga: Pertama Kali ke Dolly, Ini yang Dilakukan Peserta Puspa

"Dolly sekarang jadi bagus, dulu dikenal tempat prostitusi sekarang udah berubah banget. Terkesan sama UKM yang ada di sini, jadi perubahan yang lebih positif," kata Rifian Handayani, salah satu peserta Puspa asal Bengkulu.

Mulai awal hingga akhir kunjungan mereka, hampir setiap detik terdengar pujian kepada perubahan eks lokalisasi Dolly. Mereka pun merasa nyaman berada di kawasan eks lokalisasi Dolly dan Jarak.

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto
Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar