Mak Cip, Emaknya Para Wartawan

SURABAYA- STIKOSA-AWS merupakan kampus komunikasi tertua yang ada di Indonesia timur. Di awal berdirinya, kampus ini memposisikan dirinya sebagai kawah candra dimuka wartawan Surabaya.

Kampus yang awalnya bernama AWS (Akademi Wartawan Surabaya) ini, terletak di Jl. Nginden Intan Timur I/18. Dulu, kampus ini berada di Jl. Kapas Sari yang tak jauh dari keramaian kota.

Banyak cerita yang terdapat di kampus ini, seperti lahirnya praktisi media dan wartawan besar lahir dari kampus ini.

Sunarmi (65) asal Blitar yang akrab di panggil Mak Cip ini, menjadi salah satu saksi bisu lahirnya para praktisi dan wartawan besar yang tersebar di Indonesia.

Sejak tahun 1989, Mak Cip sudah ada di STIKOSA-AWS dan membuka kantin di sana. Banyak praktisi media dan wartawan besar yang suka nongkrong ataupun makan di kantinya.

"Banyak dulu yang suka makan ataupun ngopi di sini, ya memang karena kampusnya kecil," ungkap Mak Cip saat ditemui bicarasurabaya.com, Jumat, (1/9/2017).

Masa kuliah mereka dulu dipenuhi dengan cerita lucu dan mengesankan, seperti langganan 'ngebon' di kantin. "Dulu mereka sering ke kantin, ngebon juga sering. Namanya juga dulu mereka mahasiswa," terangnya.

Beberapa tokoh yang terkenal di berbagai media, satu persatu mereka sebut. Seakan dia tidak pernah melupakan mahasiswa-mahasiswa yang hampir setiap hari nongkrong di warungnya.

Keberadaan Mak Cip menjadi salah satu sosok yang dikenal baik oleh mereka, tak jarang setelah lama lulus dari kampus ini, mereka masih mengingatnya dan datang untuk menemuinya.

"Sering mereka masih main kevsini, tiba-tiba datang langsung meluk terus nyium saya. Kaget juga, sudah pada tua tapi masih ingat sama saya," ujar Mak Cip.

Ia mengaku senang bisa melihat alumni menjadi sukses dan juga masih tetap ingat dengannya.

"Seneng mereka semua bisa sukses seperti sekarang, masih ingat juga sama saya. Nggak nyangka, tapi tetep seneng sama kepedulian mereka," ungkapnya.

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto
Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar