Menengok “Jeroan” Toilet Portable di Tengah Kota, Layakkah?

SURABAYA- Toilet portable yang disediakan oleh Pemerintah Kota Surabaya di beberapa tempat di tengah kota, menyisakan banyak pertanyaan. Layakkah toilet tersebut dipakai oleh warga?

bicarasurabaya.com mencoba menengok beberapa toilet portable di tengah kota, diantaranya di Jl. Yos Sudarso, Pedestrian Balai Kota, Sebelah Tunjungan Plaza, dan juga Taman Apsari. Hampir semua toilet-toilet di tempat tersebut ternyata berbau sangat tidak enak. Bau itu berasal dari bekas air kencing, orang yang biasa menyebutnya bau pesing.

Terpantau juga, seluruh toilet yang ada di tempat tersebut tidak ada airnya. Toilet duduk yang ada di dalamnya pun nampak kotor. Keadaan di dalam toilet terlihat tidak terawat, banyak kerak yang menempel.

Seperti toilet yang ada di samping Tunjungan Plaza. Bagi warga sekitar, pedagang ataupun pengunjung yang ingin menggunakannya, harus membawa air sendiri bila ingin pipis di toilet ini.

Darmo, salah satu pedagang yang ada di dekat toilet sekitar Tunjungan Plaza mengatakan yang sering menggunakan toilet ini adalah pedagang, supir ojek online dan terkadang warga atau pengunjung mall yang melintas.

"Lumayan banyak yang pakai toilet itu, kayak pedagang lain, supir ojek online, bahkan juga nggak jarang orang dari mall. Tapi ya kalo mau kencing di situ harus bawa air sendiri, soalnya di situ gak ada airnya," terang Darmo salah satu pedagang di daerah itu, Sabtu, (2/9/2017).

Bau pesing toilet portable itu sangat menyengat meski hampir setiap pagi petugas kebersihan Pemkot Surabaya telah membersihkan toilet tersebut. "Tiap pagi dibersihkan kok toiletnya sama Pemkot, tapi gak tau lagi kalo baunya masih pesing," ungkapnya.

Tulisan 'Toilet Kering' terpasang di setiap toilet tersebut, di pintu depan juga terdapat tulisan Toilet beserta Dinas Kebersihan & Pertamanan. Toilet duduk yang kotor, tempat cuci tangan yang juga tak kalah kotor menghiasi isi di dalam toilet ini.

Akibat kondisi toilet portable yang memprihatinkan, membuat para pengunjung enggan membuang air kecil di toilet tersebut. "Baunya pesing, nggak ada air. Mending kencing di Toilet umum Kantor Pos meskipun harus bayar," terang Arga.

Beberapa pedagang yang ada di sekitar sebenarnya senang akan adanya toilet itu, karena bagi mereka yang berpenghasilan kecukupan tidak perlu merogoh kocek lagi untuk membayar ketika menggunakan toilet.

Mereka berharap agar Pemkot bisa memperhatikan dengan baik toilet-toilet itu, supaya masyarakat bisa menggunakannya dengan baik.

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto
Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar