Pantai Watu-watu Masih Jadi Primadona Muda-mudi Berpacaran

SURABAYA- Pantai Kenjeran, merupakan salah satu ikon Kota Surabaya. Pantai Mentari sebutan pantai ini, karena di sini kita bisa melihat matahari terbit setiap pagi.

Banyak tempat wisata di daerah ini, seperti THP Kenjeran, Jembatan Suroboyo, Kampung Warna-Warni, Taman Suroboyo, Sentra Ikan Bulak dan berbagai tempat lainnya.

Salah satu tempat yang biasa digunakan oleh orang-orang yang ingin menikmati suasana laut dengan pemandangan yang berlatar belakang Jembatan Suramadu adalah Pantai Watu-watu Kenjeran.

Tempat ini sering digunakan oleh pengunjung untuk sekedar duduk-duduk sembari berfoto ataupun ngobrol dengan teman. Menikmati suasana sejuk di bawah pohon rindang, menjadikan tempat ini semakin ramai dikunjungi oleh orang-orang.

Masuk ke area ini pun tidak dipungut biaya, walaupun sebenarnya orang-orang tidak boleh masuk ke area ini karena terdapat pagar di depannya.

Tak hanya pengunjung yang ramai untuk duduk ataupun berfoto, tempat ini sering dimanfaatkan untuk muda-mudi berpacaran. Entah hanya duduk-duduk berdekatan dengan pasangan, atau bahkan tak jarang banyak orang pacaran yang bermesraan di sini. Pemandangan ini biasa dilihat ketika melintas di dekat tempat ini.

Mulai siang hari, sudah terdapat beberapa muda-mudi sedang asyik berpacaran. Bahkan ketika lewat jam 15.00 tempat ini mulai ramai pengunjung, mulai dari hari biasa ataupun di hari libur.

"Memang biasa dibuat tempat pacaran di sana, mulai siang udah ada yang duduk-duduk di situ. Apalagi kalau sudah jam 15.00 lewat, pasti semakin ramai," ungkap salah satu pedagang yang biasa berjualan keliling di kawasan tersebut, Minggu, (3/9/2017).



Ketika malam tiba, tempat ini semakin ramai oleh muda-mudi yang berpacaran. Berduaan, duduk di batu-batu sembari melihat laut dan sekitarnya. Nampak sampai larut malam pun masih saja ada yang duduk berduaan. Tempat ini memang nampak gelap di malam hari, karena memang tak ada penerangan. Hanya ada lampu penerangan jalan di dekat sana.

Tempat umum yang seharusnya tidak menjadi tempat untuk melakukan hal-hal negatif, menjadi salah satu masalah bagi warga sekitar ataupun pengunjung lain yang ingin menikmati suasana di sana bersama keluarga.

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar