Maria "Mungil" Jogo Kali

SURABAYA - Dengan ukuran tubuh yang mungil, Maria Agustin (35) cukup lincah. Saat menjabat Lurah Mojo, Kecamatan Gubeng, dirinya dikenal sebagai Lurah Jogo Kali.

Itu karena kebiasaannya yang suka patroli di sungai yang ada di wilayahnya. Sungai di kawasan Mojo bersih dari sampah.

Tak tanggung-tanggung, ia sempat membuat terobosan yang membuat warga jera membuang sampah ke sungai. Jika hujan tiba, ia spontan ke pintu air yang menjadi aliran menuju ke laut. Ia bersama petugas pintu air mengendalikan volume air agar tak meluap.

"Saya waktu itu membuat sayembara, barang siapa bisa menangkap pelaku pembuang sampah di sungai akan saya kasih hadiah uang Rp 100 ribu," kenang Maria usai dilantik Wali Kota Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Rabu (6/9/2017).

Maria yang dikenal supel dalam pergaulannya itu, dilantik menjadi Sekretaris Kecamatan Tambaksari. Sebelumnya, ia ditugaskan di Bagian Pemerintahan setelah menjadi Lurah Mojo hampir 8 tahun.

Kiprah Maria membuat sungai bersih dan menggerakan partisipasi warga tak diragukan lagi. Kegiatan "MojoFest" yang digelar dengan melibatkan karang taruna, LKMK serta didukung  Kodim 0831 Surabaya Timur berhasil mengubah Mojo.



Mojo menjadi dikenal. Mungkin satu-satunya, kelurahan di Kota Pahlawan hanya Mojo yang punya kegiatan yang menyedot perhatian media itu. Bagaimana tidak, rangkaian MojoFest tersebut terdapat event lomba dayung, lomba menangkap bebek dan lampion di Sungai Kalidami.

Acara di malam hari itu menjadikan sungai di Kalidami menjadi indah dengan kerlap kerlip lampu aneka warna.

Festival itu berjalan pada tahun 2015 dan 2016, sebelum Maria akhirnya 'naik kelas' di Bagian Pemerintahan. Dan yang mengagumkan adalah karang taruna setempat terlibat aktif dalam kegiatan itu.

"Ya itu berkat kerja sama dan kerja keras warga serta karang taruna yang luar biasa ingin mengubah kelurahannya lebih baik lagi," kata Maria merendah.

Reporter: Deni Prastyo

Tinggalkan Komentar