Peringati 13 Tahun Kematian Munir, Perpustakaan Emperan Ini Kembali Dibuka

SURABAYA- Mulai berkurangnya minat membaca pada masyarakat, menjadikan mahasiswa STIKOSA-AWS bergerak untuk menumbuhkan minat baca. Awspeli (AWS Peduli Literasi) menjadi salah satu wadah bagi mereka untuk menumbuhkembangkan budaya minat baca, khususnya pada mahasiswa AWS.

'Membaca adalah melawan' begitulah tagline yang mereka usung untuk awspeli. Berharap minat membaca mulai tumbuh lagi dikalangan masyarakat, mereka memulai gerakan ini pada tahun 2016. Diawali oleh beberapa mahasiswa angkatan 2013 yang akhirnya sekarang re-generasi di angkatan 2014 hingga sekarang.

Perpustakaan dengan konsep emperan ini memang sempat vacum beberapa saat karena libur semester, perpustakaan kembali hadir tepat pada tanggal 7 September 2017. Tanggal ini mereka pilih karena tepat pada hari itu adalah peringatan 13 tahun kematian Munir Said Thalib.



Kumpulan mahasiswa ini, ingin mencoba membuka ingatan kembali tentang kasus Munir. Bagaimana kasus tersebut tak kunjung selesai hingga saat ini.

"Kami ingin mengajak mahasiswa AWS untuk menolak lupa tentang kasus Munir yang tak kunjung ditindaklanjuti hingga sekarang. Maka dari itu, kami dari Awspeli ingin mahasiswa lain mengerti arti keadilan yang harus tetap hidup," ujar Izzatul Mucharom salah satu koordinator Awspeli ditemui di perpustakaannya, Jumat (8/9/2017).

Perpustakaan ini memiliki beberapa genre buku, seperti buku teori, majalah, novel dan buku sejarah. Melihat minimnya jumlah buku yang ada di perpustakaan kampus dan hanya buku teori saja, mereka ingin menghadirkan sajian yang berbeda di perpustakaan emperan tersebut.



"Buku-buku yang ada di sini merupakan sumbangan dari teman-teman mahasiswa dan juga dosen. Kami ingin memberikan nafas baru selain buku teori yang ada di perpustakaan kampus," terangnya.

Oleh karena itu, mereka berharap dengan adanya perpustakaan itu bisa membangkitkan kembali budaya baca yang kian tenggelam digerus modernisasi. Mereka juga berharap bisa mengembangkan wawasan mahasiswa melalui membaca buku yang telah disediakan itu.

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto
Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar