Haji Cilik Al Muslim juga Peduli Rohingya, Ini Aksinya

SIDOARJO- Sebanyak 950 lebih siswa-siswi KB-TK-SD Al Muslim memadati hall SD Al Muslim untuk melaksanakan kegiatan manasik haji. Kegiatan manasik haji ini tidak lain untuk mengenalkan dan membangun semangat berhaji sejak usia dini.

Kegiatan manasik kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena pada tahun haji kali ini para peserta manasik haji selain ditanamkan semangat berhaji juga ditanamkan sikap peduli terhadap sesama kaum muslim, khususnya kaum muslim Rohingya yang sedang mengalami pembantaian di Myanmar.

“Manasik haji kali ini juga menanamkan rasa peduli siswa-siswi terhadap saudara kita muslim di Rohingya,” kata Humas Al Muslim Siti Aminah seusai acara manasik haji, Sabtu, (9/9/2017).

Siswa-siswi itu sama-sama memakai baju ikhram sebagaimana yang dilakukan oleh jama’ah haji di tanah suci, sehingga hall indoor SD itu seakan berubah putih. Menjelang prosesi wukuf, seluruh siswa-siswi melantunkan kalimat-kalimat talbiyah. Saking semangatnya siswa-siswi melantunkan kalimat talbiyah membuat ruangan hall indoor SD menggema.

Khutbah wukuf disampaikan dengan tema ukhuwah wathoniyah pentingnya menjaga rasa persaudaraan sesama muslim dan non muslim agar tidak terjadi seperti peristiwa Rohingya. Khutbah pun ditutup dengan doa dan seluruh siswa-siswi berdiri untuk melaksanakan shalat Ghoib atas korban kekerasan kaum muslim yang terjadi di Rohingya Myanmar.

Melempar batu ke suatu tempat atau yang biasa dikenal dengan lempar jumroh ini turut dilaksanakan oleh siswa-siswi yang mengikutinya. Lantunan talbiyah dan doa-doa setiap proses haji dilantunkan dengan semangat oleh siswa-siswi sembari dipimpin dan didampingi oleh ustadz dan ustadzah.

Prosesi thawaf yang dilaksanakan di depan kolam renang sekolah juga dilaksanakan dengan penuh semangat, walaupun sinar matahari sangat menyengat kulit. Jama’ah haji cilik Al Muslim ini pun mengikuti setiap prosesi yang ada.

Selain belajar pelaksaan rukun ibadah haji, siswa juga diajak merasakan langsung beratnya pelaksaan ibadah haji yang harus berdesakan dengan ribuan hingga jutaan umat Islam lainnya dari manca negara. Berbeda warna kulit, bahasa, budaya dan tata cara beribadah. Setelah berthawaf, para siswa menggelar doa untuk keselamatan muslim Rohingya yang dipimpin oleh ustad Muzakki.

Sementara itu, di kantin SD Al Muslim sebelah utara para siswa SMP dan SMA Al Muslim membuka stan bazaar peduli Rohingya. Hasil dari penjualan barang, makanan, dan minuman di donasikan untuk korban Rohingya.

Sebelumnya, siswa-siswi KB sampai SMA Al-Muslim ini sudah menggalang dana untuk korban Rohingya. Dana yang terkumpul akan diserahkan langsung oleh para siswa melalui petugas Bank Syariah Mandiri, a.n Bulan Sabit Merah Indonedia.

“Jadi, sekali kegiatan, kami mengajarkan banyak hal kepada siswa-siswi itu,” pungkas Aminah.

 

Reporter: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar