Polri Berharap Ikatan Wartawan Online Jadi Garda Depan Berantas Hoax

SURABAYA- Polri sangat mengapreasi hadirnya Ikatan Wartawan Online (IWO) yang menjadi wadah bagi wartawan online bernaung. Makanya, Polri berharap IWO menjadi garda terdepan dalam persatuan dan kesatuan bangsa terutama dalam memberantas berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech).

“Gencarnya informasi hoax itu dapat menimbulkan bibit konflik sosial yang berujung pada perpecahan antar komunitas, bahkan apabila tidak disadari dapat memecah belah bangsa yang memungkinkan terjadi konflik horizontal maupun vertikal,” kata Kepala Biro Multi Media Div Humas Polri Brigjen Yan Fitri Halimansyah melalui siaran persnya yang diterima bicarasurabaya.com, Selasa, (12/9/2017).

Mantan Kapolrestabes Surabaya ini juga menjelaskan bahwa berbagai perbuatan negatif dalam bentuk penyebaran informasi yang menyesatkan, penggunaan isu SARA dan berbagai aktifitas negatif lain yang menyertai penyebaran informasi digital tidak membuat jerak oknum tertentu.

“Meskipun hal itu sudah dilarang oleh peraturan perundang-undangan, bahkan dapat berujung kepada pidana karena dianggap telah melakukan kejahatan Siber, tidak menyurut niat dari oknum tertentu untuk terus melakukan perbuatan yang terlarang tersebut,” ujar Jenderal Bintang Satu itu.

Bahkan, ia mensinyalir ada pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja membuat suatu portal media online yang difungsikan sebagai sarana untuk menyebarkan informasi, pesan, konten atau berita yang bersifat provokatif, propaganda, hoax, intoleransi serta mengandung unsur SARA.

Bahkan, ia mencontohkan sindikat Saracen dengan membuat portal media Saracennews.com. “Yang sudah beberapa tahun memproduksi dan menyebarkan konten negatif,” katanya.

Oleh karena itu, dia berharap agar pemilik media tidak menggunakan kekuasaan atas media yang dimiliki untuk kepentingan pribadi dan golongan tertentu. Pempinan Redaksi juga diharapkan supaya pemberitaan yang disajikan memegang prinsip kebenaran dan keberimbangan.

“Para jurnalis agar dalam penulisan berita berpegang pada kebenaran, disiplin melakukan verifikasi, independen, menjadi bagian dari forum diskusi yang positif bagi publik, narasi harus mengikat dan relevan, proposional dan komprehensif serta mendengarkan hati nuraninya,” pungkasnya.

Reporter: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar