Pengendara Keluhkan Traffic Light yang Lama, Ini Penjelasan Dishub Surabaya

SURABAYA- Beberapa pengendara mengeluhkan lamanya durasi lampu merah di traffic light perempatan Kapasari yang mengarah ke Sidotopo dan perempatan Kenjeran. Sebab, di lampu merah itu sangat lama, sehingga banyak warga yang gelisah ketika melintas di jalan tersebut.

"Kapan hari saya terburu-terburu hendak berangkat kerja, pas di lampu merah itu durasinya lama banget," kata Amran Aminudin warga Bulak kepada bicarasurabaya.com, Selasa (12/9/2017).

Tapi Amran mengaku, ada perbedaan jika pada malam hari, durasinya pergantian traffic light menjadi lebih cepat.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya Ruben Riko mengatakan di Kota Surabaya tidak ada lagi durasi traffic light yang terlalu lama.

"Kalau dulu ada, di kawasan perempatan KONI, karena empat fase jalan semua, sekarang tidak ada lagi terlama yang mana," kata Ruben Riko kepada bicarasurabaya.com, Selasa (12/9/2017).

Menurut Ruben, dengan adanya alat detektor volume sangat membantu mengontrol pengaturan durasi waktu di traffic light.

"Masing-masing TL durasinya antara 30-40 detik, malam sekarang sudah lebih cepat dengan adanya teknologi, bisa sampai 15 detik," ujarnya.

Ruben juga memastikan bahwa dalam rangka mengatur volume arus lalu lintas, perempatan traffic light di Kota Surabaya sudah diatur sistem untuk mengatur durasinya.

"Kalau di perempatan dibagi empat secara sistem. Kalau dianggap kurang baru cara manual yang digunakan, dengan menambahkan durasi secara manual," ungkapnya.

Rubben menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak menyoalkan durasi waktu traffic light yang terlalu lama, tapi yang lebih penting adalah keselamatan pengendara.

"Mereka sebelutulnya dalam berlalu lintas harusnya dipikirkan bukan lama atau tidaknya, tapi yang terpenting adalah keselamatan," pungkasnya.

Reporter: Deni prastyo

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar