Yuk, Berburu Manisan Gerobak Kayoon ala Pak Tomo

SURABAYA- Jejeran toko bunga itu menghiasi Jalan Kayoon Surabaya, mereka seakan sibuk dengan merangkai karangan bunga atau ada pula yang hanya sibuk melayani calon pembeli.

Namun, di tengah kesibukan penjual bunga itu, siapa sangka di salah satu titik di Jalan Kayoon itu terdapat seorang penjual manisan. Ya, Pak Tomo merupakan penjual manisan buah dan sayur yang terkenal di daerah itu dengan sebutan 'Manisan Gerobak Kayoon'.

Ciri khas jualannya Pak Tomo yaitu menggunakan 'gerobak', karena rasanya enak dan beraneka macam manisan, maka Manisan Gerobak Kayoon ini selalu diburu penikmat manisan. Aneka ragam manisan buah dan sayur yang ditawarkan di gerobaknya, seperti mangga, kedondong, salak, anggur Bogor, cermai, sawi ataupun belimbing.

“Saya sudah sekitar 25 tahun berjualan manisan di daerah ini,” kata Pak Tomo penjual manisan ketika ditemui bicarasurabaya.com saat berjualan, Rabu (13/9/2017).

Harga yang ditawarkan pun juga beragam, seperti manisan mangga kering 1/4 harganya Rp 25 ribu, manisan sayur sawi harganya Rp 12 ribu, buah yang lain rata-rata harganya Rp 20 ribu. Dari beragam manisan yang ia tawarkan, manisan mangga menjadi favorit pembeli.

"Orang-orang biasanya suka manisan mangga, entah itu mangga kering, atau mangga rasa manis ataupun pedas. Paling laris ya manisan mangga," kata kakek 59 tahun ini.

Tomo mengaku dia dan keluarganya membuat sendiri manisan yang dijualnya itu. Biasanya dalam dua minggu sekali ia baru membuat manisannya, karena memang manisan yang ia jual bisa awet hingga satu minggu.

Tingkat keawetan manisan pun tergantung dari proses pencucian buah dan banyak atau tidaknya garam. "Kalau buahnya dicuci sampai benar-benar bersih, terus garamnya juga banyak, manisannya bisa awet lebih lama," ungkapnya.

Buah yang digunakan pun memiliki jenis tersendiri, seperti jenis mangga yang digunakan. Tomo mengaku lebih memilih mangga dengan jenis manalagi, jenis ini memiliki rasa buah yang enak, daging buahnya juga keras jika direndam dalam garam pun tidak mudah lembek.

Begitu pun pada buah salak, salak Bali dipilih karena daging buahnya lebih tebal dibandingkan dengan salak pondoh. Salak ini juga tidak berubah warna menjadi cokelat apabila direndam dalam air garam.

Manisan Gerobak Kayoon Pak Tomo itu mulai berjualan pada pukul 11.00-18.00 WIB.  Namun, dalam perjalanannya dari rumahnya di Karang Empat menuju Jalan Kayoon, biasanya dia dipanggil oleh pembeli, sehingga dia berkali-kali berhenti untuk melayani pembeli itu.

Manisan Gerobak Kayoon Pak Tomo ini menjadi salah satu manisan terkenal di Kota Surabaya. Makanya, banyak diburu oleh para pembeli.

 

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Edior: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar