Mengintip Bisnis Perlengkapan Mayat yang Tak Pernah Mati

SURABAYA- Melewati sepanjang Jalan Bratang Gede Surabaya, kita akan menemukan beberapa lapak penjual perlengkapan mayat. Walaupun letaknya di pinggir jalan, namun beberapa lapak itu menyediakan perlengkapan mayat yang lengkap, terutama jenazah yang beragama Islam.

Perlengkapan mayat yang dijual itu diantaranya bunga tabur, kain kafan, tikar, patok, serta kapas. Bahkan, di beberapa lapak itu juga menjual kebutuhan untuk menguburkan ari-ari seperti kendi, buku tulis kecil, pensil, kaca, sisir dan barang lainnya. Ada pula kembang tujuh rupa untuk pernikahan.

"Kalau di toko saya lumayan lengkap lah, mulai dari perlengkapan alat-alat kematian, mengubur ari-ari bayi ataupun untuk manten," kata Edi salah satu penjual perlengkapan mayat di Jalan Bratang Gede Surabaya, Rabu (13/9/2017).

Edi mengaku barang-barang itu dia dapatkan dari berbagai tempat. Bahkan, khusus untuk bunga taburnya dia pesen ke Pasuruan. Makanya, harganya pun beragam.

Warga Krian Sidoarjo itu merinci bahwa paket lengkap untuk jenazah dipatok dengan harga paling murah Rp 600 ribu. Sedangkan untuk paket menguburkan ari-ari, dipatok dengan harga Rp 50 ribu satu paketnya.

Namun, khusus untuk bunga tabur atau kembang tujuh rupa, dia tidak mematok harga pasti, sehingga berapapun nominal yang disebutkan oleh pembeli, dia siap melayani.

"Kalau bunga tabur, saya gak ngasih harga pasti. Mau beli Rp 5 ribu ya nggak apa-apa, kan kebutuhan masing-masing berbeda-beda," ujarnya.

Menurut Edi, bunga tabur itu akan ramai pembeli setiap Jumat Legi ataupun Kliwon. Dalam penanggalan jawa, memang tradisi berziarah di hari Jumat Legi dan kliwon menjadi salah satu rutinitas.

Selain itu, lapak yang sudah ditekuni puluhan tahun itu akan ramai ketika menjelang Bulan Suci Ramadhan. Ia juga menilai bisnis ini tidak akan pernah mati selama bumi ini terus berputar.

"Kalau Jumat Legi sama kliwon, pasti banyak yang beli bunga, kan memang tradisinya buat nyekar kerabat ataupun saudara yang sudah meninggal. Kalau puasa atau lebaran juga pasti ramai," pungkasnya.

 

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

 

Tinggalkan Komentar