Kisah Tomo, Bos Manisan Gerobak Kayoon yang Humoris

SURABAYA- Tomo (59) penjual manisan buah dan sayur di daerah Kayoon, Surabaya, sudah menggeluti usaha ini selama 25 tahun. Menjual manisan menggunakan 'gerobak' di pinggir jalan, menjadi salah satu bisnis keluarga yang dia geluti sejak lama.

"Sudah lama saya jualan manisan di sini, saking lamanya saya sampai lupa tahun berapa. Kira-kira sudah 25 tahun saya jualan," kata Tomo kepada bicarasurabaya.com ditemui disela-sela jualan, Rabu (13/9/2017).

Pria asal Magetan, Jawa Timur ini memutuskan untuk berpindah ke Surabaya dan bekerja menjadi penjual manisan keliling. Dulunya ia hanya sebagai penjual, ikut orang Medan untuk berjualan manisan.

"Dulu awal ke Surabaya saya ikut orang Medan jualan manisan. Mendorong gerobak keliling dari jalan ke jalan," terangnya.

Dua tahun ia lalui sebagai pekerja jualan manisan keliling, dan akhirnya dia memutuskan untuk membuka usaha manisannya sendiri. Menurutnya, memiliki usaha sendiri lebih menguntungkan karena walaupun hasilnya sedikit, tidak ada yang memarahi. Beda kalau ikut orang, kalau hasilnya sedikit akan kena marah si bos.

"Dua tahun saya ikut orang, akhirnya bos saya memilih usaha lain. Usaha manisan ini dihentikan, ya akhirnya saya memilih usaha manisan ini sendiri saja. Lumayan udah dapat ilmu membuat manisan, usaha sendiri juga lebih enak," terangnya.

Baca juga: Yuk, Berburu Manisan Gerobak Kayoon ala Pak Tomo

Tomo yang ramah dan humoris ini selalu menyapa pembelinya dengan baik, tak jarang ia membuat pelanggannya tertawa karena celotehannya. Baginya, keramahan penjual merupakan nilai lebih bagi usaha seseorang. Hal ini pula yang membuat dagangannya selalu ramai oleh pembeli.

"Beli berapa mbak? Kalau seperempat nanti apa nggak kurang? Setengah kan lebih banyak, bisa buat adik atau kakaknya juga," celotehnya saat menawarkan manisannya yang disambut senyum pelanggannya itu.

Tomo menjelaskan bahwa manisan yang dijualnya itu merupakan buatan istri dan anaknya. Ia pun mengaku jika usaha ini adalah 'bisnis keluarga' yang digeluti sejak lama.

"Saya sama istri dan anak saya yang buat sendiri manisan ini, ya bisa dibilang kalau ini bisnis keluarga," jelasnya.

Bisnis keluarga ini diteruskan oleh anak pertamanya yang membuka usaha yang sama di daerah Pacar Keling. Ciri khas yang sama juga dipakai oleh anaknya tersebut, memakai 'gerobak' dan berjualan di pinggir jalan.

Usaha anaknya di Pacar Keling itu merupakan cabang dari tempatnya berjualan, yakni Kayoon. Ia juga bersyukur karena cabang usahanya itu juga ramai oleh pembeli yang menyukai .

"Alhamdulillah, bisnis keluarga manisan ini bisa mendapatkan berkah tersendiri. Susah senangnya dirasakan bareng," pungkasnya.

 

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar