Tolak Cagub Jatim, Risma Juga Tepis Isu Cawapres

SURABAYA- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tegas menolak untuk dicalonkan menjadi Gubernur Jawa Timur. Penolakan itu berbuntut isu bahwa Wali Kota Risma akan diusung pada calon wakil presiden di pemilu 2019 mendatang.

Isu itu pun ditepis oleh Wali Kota Risma ketika menggelar pertemuan dengan pimpinan media di rumah kediaman Wali Kota Surabaya Jalan Sedap Malam, Rabu (13/9/2017).

“Ah ono-ono ae (ah, ada-ada aja),” kata Risma menjawab celotehan awak media yang melontarkan isu cawapres itu.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga menjelaskan tentang jabatan wali kota, Gubernur atau bahkan presiden. Bagi dia, menjadi Gubernur atau menjadi presiden itu bukan persoalan naik kelas.

Namun, naik kelas bagi Wali Kota Risma adalah ketika dia bisa menyejahterakan warga Kota Surabaya.

"Kata orang jadi Gubernur itu naik kelas, Presiden itu naik kelas, bagi saya tidak. Bagi saya naik kelas itu kalau saya bisa mengentaskan kemiskinan rakyat saya," tegas Wali Kota Risma disambut tepuk tangan pimpinan media saat itu.

Menurut Risma, hal itu bukan naik kelas, bukan pula lebih tinggi kelasnya. Bahkan, ia menjelaskan bahwa untuk apa jadi gubernur atau pun jadi presiden apabila tidak bisa menyejahterakan rakyatnya.

“Ini ngomong tenanan lho rek, harus ngomong opo maneh aku. Serius ini,” ujarnya.

Wali Kota Risma juga masih sangat yakin bahwa suatu jabatan itu akan dipertanggungjawabkan nantinya, bukan hanya di dunia tapi juga diakhirat. Makanya, Wali Kota Risma tidak berani untuk meminta jabatan itu.

 

Reporter: M. Syarrafah

 

Tinggalkan Komentar