Omzet Bisnis Perlengkapan Mayat Capai Rp 30 Juta Sebulan

SURABAYA- Bisnis memang selalu menawarkan berbagai keuntungan, tapi juga kadang kerugian. Namun, berbeda dengan bisnis perlengkapan kematian milik Edi di Bratang Gede Surabaya. Bisnis yang sudah ia tekuni sejak 15 tahun ini selalu memberikan penghasilan yang sangat menjanjikan.

Bahkan, omzet penjualan bisnis ini sempat mencapai Rp 30 juta dalam sebulan ketika memasuki Bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri. Tentunya, omzet ini meningkat drastis dibanding hari-hari biasanya.

"Kalau puasa sampai lebaran, saya biasanya mendapatkan omzet sampai Rp 30 juta. Alhamdulillah bisnis yang saya tekuni ini bisa membawa rejeki bagi keluarga saya," ujarnya.

Baca juga: Mengintip Bisnis Perlengkapan Mayat yang Tak Pernah Mati

Sedangkan untuk hari-hari biasanya, kata Edi, bisnisnya itu hanya mendapaatkan uang minimal Rp 500 ribu. "Setiap hari selalu ada pembeli, entah itu membeli bunga tabur atau perlengkapan lainnya. Kalau sepi saya biasanya mendapatkan Rp 500 ribu sehari," terangnya.

Meski begitu, Edi sangat bersyukur terhadap usahanya itu. Ia pun sangat bersyukur karena tidak lagi dikejak-kejar target seperti pekerjaan sebelumnya yaitu sales di sebuah perusahaan.

Dia juga mengaku menekuni usaha itu karena menangkap peluang bahwa berjualan perlengkapan kematian itu sangat menjanjikan.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dengan usaha ini, karena bisa jadi bos sendiri tanpa harus dikejar target,” ujarnya

Edi menambahkan, barang-barang itu dia dapatkan dari berbagai tempat. Bahkan, khusus untuk bunga taburnya dia pesen ke Pasuruan. Makanya, harganya pun beragam.

Warga Krian Sidoarjo itu merinci bahwa paket lengkap untuk jenazah dipatok dengan harga paling murah Rp 600 ribu. Sedangkan untuk paket menguburkan ari-ari, dipatok dengan harga Rp 50 ribu satu paketnya.

Namun, khusus untuk bunga tabur atau kembang tujuh rupa, dia tidak mematok harga pasti, sehingga berapapun nominal yang disebutkan oleh pembeli, dia siap melayani.

"Kalau bunga tabur, saya gak ngasih harga pasti. Mau beli Rp 5 ribu ya nggak apa-apa, kan kebutuhan masing-masing berbeda-beda," ujarnya.

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar