Ketekunan Menjual Perlengkapan Mayat itu Berbuah Rumah

SURABAYA- Edi, warga Krian Sidoarjo, penjual perlengkapan mayat di Jalan Bratang Gede Surabaya sudah menekuni usahanya sejak 15 tahun lalu. Tekun dalam menjalankan usahanya itu, membuahkan hasil yang baik bagi dia dan keluarganya, hingga akhirnya dia berhasil membeli rumah di Krian Sidoarjo.

Sebelum membuka usaha ini, Edi sempat bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan. Tuntutan kerja yang tinggi dan harus mencapai target, membuat Edi memutuskan untuk membuka usaha sendiri.

"Dulu saya sempat kerja jadi sales, sering dimarahi bos gara-gara target. Akhirnya saya memutuskan untuk membuka usaha sendiri," terangnya.

Pasang surut usahanya itu dialaminya, pendapatan yang tak menentu harus ia terima setiap harinya. Hanya, hari-hari tertentu saja ia bisa mendapatkan keuntungan yang lebih.

Baca juga: Mengintip Bisnis Perlengkapan Mayat yang Tak Pernah Mati

Awal membuka usaha, ia benar-benar merasakan bagaimana jerih payah untuk meramaikan usahanya. Penghasilan yang minim pun pernah ia dapatkan waktu itu.

Membuka lapaknya selama 24 jam, membuat ia dan sang istri harus bergantian untuk menjaga lapak tersebut. Bertolak dari rumahnya di daerah Krian, mereka harus pulang-pergi dari rumah ke lapaknya setiap harinya.

Dulunya, Edi hanya mengontrak rumah di dekat lapaknya. Berkat ketekunannya menjalankan usaha, ia dapat membeli rumah di daerah Krian tersebut.

"Alhamdulillah saya bisa beli rumah, awal-awal bisnis saya cuma bisa ngontrak di dekat sini saja," ujarnya.

Baca juga: Omzet Bisnis Perlengkapan Mayat Capai Rp 30 Juta Sebulan

Usaha yang ia tekuni ini hingga sekarang memberikan omset yang menguntungkan baginya. Di hari tertentu, omset yang ia peroleh sangat tinggi dibandingkan hari biasanya.

"Kalau sepi biasanya saya hanya mendapat Rp 500 ribu saja setiap harinya. Saat bulan puasa biasanya omset saya bisa mencapai Rp 30 juta," ungkap Edi.

Berbekal niat dan ketekunan dalam menjalankan usahanya itu lah yang membuat Edi mendapatkan banyak keuntungan. Rumah di Krian merupakan buah ketekunannya itu.

 

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar