Menpora Imam Nahrawi Dapat Gelar Doktor Honoris Causa dari UIN Sunan Ampel

SURABAYA- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi menerima gelar kehormatan doktor honoris causa dari Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya, Kamis (14/9/2017).

Penganugerahan gelar kehormatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Senat UIN Sunan Ampel Surabaya, Ahwan Mukarrom. Hadir dalam momen sakral ini, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Abd A’la beserta jajaran pimpinan, serta seluruh anggota senat yang terdiri dari Guru Besar dan Dekan-dekan Fakultas di UIN Sunan Ampel Surabaya.

Dalam sambutannya, Prof A’la mengatakan melalui penganugerahan doktor honoris causa itu, diharapkan UIN Sunan Ampel Surabaya mampu mencetak generasi muda dan calon pemimpin yang unggul.

“Sehingga ke depan, akan lahir pemimpin-pemimpin masyarakat, bangsa, dan negara yang baik dan unggul demi menjamin terciptanya keadaban publik secara lebih baik,” kata Prof A’la.

Rektor asal Kabupaten Sumenep itu juga mengapresiasi orasi ilmiah Menpora yang mengangkat “Jihad Kebangsaan, Peran Pemuda dalam Konteks Keislaman dan Keindonesiaan”. Bagi dia, gagasan ini sangat menarik.

Alasannya, gagasan ini dibangun di atas nilai-nilai Islam dan nasionalisme dengan mengacu pada konsep KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang “Pribumisasi Islam”. Yakni, Nilai Islam diterjemahkan ke dalam sikap dan praktik toleransi, moderasi, keadilan serta komitmen untuk menjadi harmoni dengan semua pihak.  

Sikap dan praktik tersebut lalu diorientasikan kepada penciptaan keadaban publik melalui penguatan peradaban kemanusiaan.  “Pada titik inilah, kita bisa berharap banyak agar pemuda bisa memainkan peran yang lebih besar nan strategis dalam memperkuat dan meneguhkan keadaban publik,” ujarnya.

Semangat jihad kebangsaan itu, kata dia, harus digelorakan untuk memperkuat kemampuan pemuda dalam membayar lunas tanggung jawab dan perannya dalam meneguhkan keadaban publik.

Sementara itu, promotor gelar kehormatan ini Prof. Husein Aziz, mengatakan Menpora dirasa layak atas Gelar Kehormatan (Dr.(HC)) setelah melihat bagaimana komitmen untuk terus membangun kepemudaan baik dalam bidang keolahragaan, pembangunan karakter, maupun pendidikan.

Selain itu, dari sisi akademis, Tema Kepemimpinan Pemuda Berbasis Agama sangat menarik untuk diangkat sebagai kajian. Mengingat, kepemimpinan pemuda mengacu kepada kekuatan, keilmuan, kecerdasan, militansi dan intelektual. Sementara agama, merujuk kepada integritas dan akhlak yang mulia.

“Integrasi kedua aspek ini dibutuhkan dalam membangun peradaban bangsa. Agama tanpa keilmuan mengakibatkan melemahnya peradaban dan mendatangkan problem sosial dan ekonomi. Sedangkan keilmuan tanpa agama menimbulkan dekadensi  nilai-nilai kemanusiaan,” imbuhnya.

Reporter: Reiffia S Dwiyoto
Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar