Sisi Lain Sadikin Pard, Pelukis Difabel yang Pernah Juara Catur

SURABAYA- Memiliki kekurangan, tak menghalangi Sadikin Pard (51) untuk berkarya. Pelukis ini berbeda dengan pelukis seperti biasanya, ia melukis menggunakan kaki.

Terlahir difabel dengan kondisi tanpa tangan, tak membuatnya merasa minder. Pria asal Malang ini mampu membuat lukisan apik nan indah dengan menggunakan kakinya.

Belajar melukis secara otodidak sejak duduk di bangu TK, membuat kemampuan melukisnya mulai terasah. "Waktu TK dulu saya belajar menggambar, nah dari situ juga kemampuan melukis saya mulai terasah," kata Sadikin ditemui di salah satu cafe di Surabaya, Jumat (15/9/2017).

Sadikin telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi halangan bagi dirinya, ia mampu berkancah di dunia internasional. Menjadi salah satu wakil Indonesia sebagai anggota Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) di Swiss.

"Sejak tahun 1998, saya sudah masuk menjadi anggota AMFPA, di sana tempatnya pelukis menggunakan mulut dan kaki," ujar pria asal Malang tersebut.

Banyak pengalaman di dunia seni telah ia alami, berkeliling di Asia dan Eropa untuk melukis. Selain itu, ia juga menjadi pengajar di SD dan Universitas, bahkan ia pun menjadi penggerak kelompok seniman di Kota Malang.

Siapa yang menyangka Sadikin seorang seniman dulunya pernah menjadi juara catur tingkat SD se-Jawa Tengah. "Saya dulu waktu SD pernah menang lomba catur, ya jadi kebanggaan tersendiri bagi saya maupun keluarga saya," ujarnya.

Banyak cerita pula yang ia rasakan ketika menjadi seniman. Ia menceritakan menjadi seniman itu menjadi cibiran oleh masyarakat, image seorang seniman yang susah diatur menjadi alasannya.

"Dukanya kalau jadi seniman itu jadi bahan cibiran, kata kebanyakan orang seniman itu imagenya susah diatur, padahal kan saya enggak," celotehnya sembari tertawa.

 

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar