Kapolrestabes Minta Pelajar Surabaya Ikut Aktif Hantam Hoax

SURABAYA – Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal menjadi pembina upacara bendera di SMA 2 Surabaya, Senin (18/9/2017). Pada kesempatan itu, Kombes Pol M. Iqbal menyampaikan berbagai pesan kepada para pelajar, salah satunya dia meminta supaya pelajar turun aktif menghantam hoax atau informasi bohong.

Menurutnya, Indonesia adalah negara demokrasi yang mana suatu paham bahwa kekuasaan ada di tangan rakyat dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Makanya, rakyat bebas menyampaikan suara atau pendapatnya.

Namun, semua pendapat itu tidak selamanya bagus dan baik, karena saat ini banyak berita bohong atau hoax yang tersebar di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, saat ini hoax itu semakin masif dan tersebar di semua kalangan.

"Dampak media sosial sangat luar biasa, bisa mempengaruhi publik dengan hoax yang dibawanya. Oleh karena itu, generasi muda termasuk di dalamya para pelajar harus lebih berhati-hati terhadap dampak medsos dan harus aktif menghantam hoax," kata Kombes Pol M. Iqbal saat memberikan pengarahan.

Menurut Iqbal, Indonesia besar karena sumber daya manusianya. Sebagai penerus bangsa, para pelajar harus mengedepankan segala seusai yang baik bagi negara ini.

"Makanya, para pelajar pun juga jangan mudah terhasut isu-isu yang tidak bertanggungjawab itu,” ujarnya.

Kombes Pol M. Iqbal juga meminta kepada para pelajar itu untuk berhati-hati terhadap serangan narkoba, jangankan mencicipi, bermimpi tentang narkoba pun janganlah dilakukan karena narkoba adalah alat penghancur bangsa.

Pada kesempatan itu, Kombes Pol M. Iqbal juga meminta agar para pelajar selalu disiplin dalam berlalu lintas. Jika belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan, janganlah memaksa bersekolah dengan kendaraan.

"Banyak terjadi kecelakaan lalu lintas akibat tidak patuh rambu lalu lintas. Kecelakaan didominasi oleh motor. Pelajar turut menyumbang banyak dalam kecelakaan itu. Hati-hatilah dan disiplin," imbuhnya.

Kombes Pol M. Iqbal juga meminta kepada pelajar perempuan untuk tidak menggunakan perhiasan mencolok dan tidak membuka tas di depan umum, karena itu akan menjadi peluang bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya.

"Cinta tanah air, bangun jiwa cinta tanah air dengan bersekolah yang sungguh-sungguh untuk menuntut ilmu," pungkasnya.

Reporter: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar