Ngeri...Manusia Berkepala Hewan itu Selalu Nampak di Petilasan Eyang Kudo

SURABAYA- Kota Surabaya serasa tak pernah tidur. Hiruk pikuk di jantung kota selalu ramai oleh aktivitas penduduknya. Di tengah keramaian itu, terdapat sebuah peninggalan sejarah zaman Majapahit, yaitu Pesarean Eyang Kudo Kardono.

Pesarean ini berada di Jalan Cempaka no 25 Surabaya, tepat berada di pusat keramaian Kota Pahlawan. Eyang Kudo Kardono merupakan salah seorang panglima perang Kerajaan Majapahit yang bertugas untuk menjaga wilayah pesisir utara.

Dibalik cerita tentang Eyang Kudo di Jaman Majapahit dahulu, ternyata di Pesarean ini menyimpan cerita mistis bagi warga sekitar maupun orang-orang yang biasa berada di area makam tersebut.

Cerita-cerita itu diantarnaya adalah banyaknya hewan atau binatang yang tiba-tiba jatuh usai melintas di atas makam, banyak orang yang menyaksikan kejadian tersebut, sehingga ini sempat menjadi perbincangan yang menarik dari petilasan tersebut.

Selain itu, penampakan sosok manusia berkepala hewan kerap muncul di bawah pohon mangga yang berada di area pemakaman itu. Ia seakan menjaga petilasan itu dan beberapa kali menampakkan dirinya.

"Dulu banyak hewan atau binatang tiba-tiba jatuh usai melintasi makam, selalu seperti itu. Bahkan, banyak orang yang melihat sosok manusia berkepala hewan ada di pohon mangga," terang Sukarpi warga sekitar petilasan tersebut.

Sosok manusia berkepala hewan itu biasanya juga muncul bersamaan dengan sosok anak kecil yang tidak memakai baju sehelai pun.

Area petilasan yang luas, membuat banyak sosok bermunculan di sini. Salah satu tetangga Sukarpi juga pernah melihat sosok kakek berjalan menggunakan tongkat dan memakai jubah besar berwarna putih.

"Pak Ji (tetangga Sukarpi) pernah melihat sosok kakek-kakek berjubah putih besar, berjalan memakai tongkat," imbuhnya.

Selain kemunculan sosok-sosok itu di dalam petilasan, warga sekitar juga sering mendengar suara lonceng dan sepatu kuda. Suara tersebut selalu terdengar oleh warga ketika hari menjelang subuh mengitari kampung di dekat petilasan tersebut.

Namun, kisah-kisah misteri itu kini sudah jarang terdengar, karena petilasana itu sering disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Miris...


Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar