Ini Alasan Sopir Angkot Bikin Selembar Kertas “Cinta” untuk Pakde Karwo dan Bude Risma

SURABAYA- Pemandangan tak biasa nampak di setiap angkot di Kota Surabaya. Sebab, beberapa angkot terdapat selembar kertas “cinta” yang bertuliskan keluh kesah mereka.

Berbagai macam tulisan tersebut menghiasi bagian belakang ataupun samping angkot mereka, tulisan itu dibuat untuk memprotes angkutan berbasis online.

Salah satu selembar kerta “cinta” itu bertuliskan: “Pakde Karwo dan Bude Risma, mohon hentikan, hapus aplikasi online, itu semua telah merampok hak dan rejeki kami, tidak sesuai dengan sila II Pancasila. Komunitas Angkutan Kota Surabaya,” demikian tulisan di selembar kertas yang ditempel di kaca samping lyn S.

Yudi, salah satu sopir angkot Lyn S mengatakan bahwa selembar kertas itu sudah hampir satu minggu di tempel di angkot mereka. "Kurang lebih sudah 1 minggu ini kami memasang tulisan tersebut, kami sengaja memasangnya sebagai bentuk aspirasi kami terhadap angkutan online," terang Yudi ditemui bicasurabaya.com di Terminal Bratang Surabaya, Senin (25/9/2017).

Baca juga: Selembar Kertas “Cinta” dari Sopir Angkot untuk Pakde Karwo dan Bude Risma

Menurut Yudi, aksi ini berawal dari sepinya penumpang angkutan umum karena semakin banyak jumlah angkutan berbasis online. Ia juga mengatakan bahwa angkutan online tersebut tidak memiliki ijin trayek, kir dan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi sebuah angkutan umum.

Ia dan rekan-rekan sopir lainnya merasa angkutan tersebut tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi angkutan umum. Bahkan, mereka merasa angkutan umum ini menjadi 'mati' karena kehadiran angkutan online.

Rejeki yang mereka dapatkan pun menjadi berkurang drastis semenjak kehadiran angkutan tersebut. "Kami merasa rejeki kami diambil oleh mereka, pendapatan kami pun tak seperti dulu," imbuhnya.

Rencananya, mereka akan menggelar aksi turun jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka pada Rabu (27/9/2017) besok. Namun karena belum keluarnya izin untuk melakukan aksi ini, mereka menunda untuk melakukan aksinya hingga izin dikeluarkan.

Aksi tersebut akan dilakukan bersama-sama dengan seluruh trayek lyn yang ada di Surabaya. Mereka akan menggelar aksi tersebut di Kantor Gubernur Jawa Timur.

Yudi menegaskan bahwa persyaratan-persyaratan untuk menjadi angkutan umum harus mereka penuhi, jika memang angkutan umum sudah memiliki ijin seperti angkutan umum lainnya, lyn yang ada di Surabaya pun akan menerima dengan tangan terbuka.

"Andaikan mereka memenuhi persyaratan seperti yang kami lakukan, kami tidak akan melarang mereka. Kami pun tidak ada masalah dengan taxi-taxi pelat kuning, bahkan kami menjadi rekan kerja," terangnya.

Aspirasi lewat selembar kertas yang tertempel di lyn pun menarik perhatian penumpang-penumpangnya, banyak penumpang yang mengaku prihatin melihat kondisi yang dialami oleh lyn-lyn tersebut.

 

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar