Tegas, Polisi Kembali Tembak Mati Bandit Jalanan

SURABAYA- Polrestabes Surabaya kembali menembak mati bandit jalanan. Kali ini, buronan berinisial  F yang merupakan bandit raja tega dan beraksi pada Jumat (12/5/2017) di daerah Kapas Krampung, Tambaksari, tepatnya di depan Toko Bintang Rejeki.

Pelaku F bersama dua rekannya berhasil melakukan perampasan dua tas milik korban yang masing-masing berisi uang tunai sebesar Rp 235 juta dan Rp 14 juta. Saat itu,  korban yang bernama Go Hon Bun alias Awen mencoba melakukan perlawanan, namun naas pelaku mengeluarkan sebilah senjata tajam dan membacok korban sampai akhirnya meninggal dunia.

"Kita sudah berhasil melakukan upaya penyelidikan terhadap dua orang pelaku, kita sergap dan kooperatif mau menyerahkan diri, keduanya pun sudah kami tahan," kata Kombes Pol M Iqbal saat rilis di kamar mayat RSUD Dokter Soetomo, Rabu (27/9/2017).

Menurut Iqbal, kedua tersangka itu pun buku mulut soal aksinya itu, termasuk peran F dalam aksinya di Kapas Krampung. Keterangan dari kedua tersangka itu didukung pula oleh beberapa bukti lain termasuk rekaman camera CCTV, dan ternyata pelaku berinisial F ini adalah eksekutornya.

"Jadi lengkap sudah pembuktian ilmiah kita, saksi, dan petunjuk CCTV, lalu kami melakukan pengejaran, bukannya kapok malah dia melakukan aksi kejahatan lagi di kawasan Genteng dengan korban seorang wanita berinisial L dibacok, beruntung tidak meninggal dunia," ujarnya.

Setelah kejadian itu, pihak Polrestabes Surabaya terus memburu dan mengintai pelaku F. Tepat pada hari Rabu (27/9/2017), pukul 02.30 WIB, petugas reskrim melakukan penangkapan terhadap tersangka F di Jalan Kedung Cowek, tepatnya di depan pintu masuk tol Suramadu sisi Surabaya.

Ketika hendak ditangkap itu, tersangka melakukan perlawan hingga petugas memberikan tembakan peringatan tidak dihiraukan dan akhirnya petugas melakukan penembekan sebanyak dua kali di dada sebelah kiri hingga tersangka tewas di tempat dan dibawa ke RSUD Dr. Soetomo.

"Secara SOP petugas reserse kami melakukan himbauan tidak menyerah juga, kami memberikan tembakan peringatan tidak dihiraukan juga, dan malah menyerang, sudah saya katakan kalau ada penjahat yang mengancam nyawa petugas atau masyarakat lainnya, tidak ada pilihan untuk polisi melakukan tindakan keras dan terukur tembak walaupun akibatnya mematikan," ungkapnya.

Menurut Iqbal, kalau tindakan itu tidak dilakukan oleh petugas, maka petugas itu nantinya yang akan mendapatkan sanksi, yaitu pembiaran.

"Itu adalah immediete threat (ancaman seketika), kalau tidak kita lakukan, kita salah, kalau masyarakat kena, kami yang akan melanggar pidana yaitu tindakan pembiaran," imbuhnya.

Dari tangan korban, polisi berhasil mengamankan satu buah senjata tajam, satu buah motor honda beat, kunci T dan tas hasil perampasan.

Dalam kurun waktu dua minggu ini, Polrestabes Surabaya sudah melakukan empat kali penembakan terhadap pelaku kejahatan dengan melakukan tindakan kekerasan.

"Jadi, untuk pelaku kejahatan yang lain, jangan coba-coba, ini akibatnya, boleh satu dua hari kita tidak dapat, tapi ingat kami terus mengintai," tandasnya.

Reporter: Deny Prastyo

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar