Perkenalkan, Ini Sosok Penjual Nasi Goreng Rp 4 ribu di Surabaya

SURABAYA- Nasgor Mak yang melegenda di Surabaya, menjadi salah satu kuliner yang selalu ramai diserbu para pelanggannya. Harganya yang super murah di warung ini menjadi salah satu keunggulannya dan jarang ditemukan di kota besar seperti Surabaya ini.

Kasmunti (52) yang akrab disapa Emak ini merupakan pemilik Nasi Goreng Mak Pandegiling yang terkenal itu. Wanita asal Lamongan ini pernah mengalami jatuh bangun saat membuka usahanya.

Baca jugaNasi Goreng Mak, Kuliner Malam yang Selalu “Diserbu” Pelanggan

Sebelum membuka usaha nasgor ini, Emak pernah membuka usaha jualan terang bulan, bakso dan juga tahu campur. Usaha sebelumnya itu tidak sesukses sekarang, akhirnya ia memilih usaha nasgor hingga saat ini.

"Biyen opo ae tak dol (dulu apa aja saya jual), enggak selaris usaha yang ini. Pokoknya usaha aja, diniati dan ditekuni," terang Emak saat ditemui bicarasurabaya.com di warungnya.

Baca juga: Pernah Makan Nasi Goreng Rp 4 ribu? Coba Makan di Sini

Membuka warungnya dari jam 15.00-03.00 WIB, membuatnya harus bekerja keras. Mulai mempersiapkan bahan untuk jualannya hingga menjualnya kepada para pelanggannya. Ia mengaku menyiapkan semua bahan baku untuk nasi goreng mulai pukul 05.00 WIB.

Bahkan, ia mengatakan waktu istirahatnya setiap hari hanya sekitar 4 jam saja. Waktu yang lain ia gunakan untuk bekerja dan terus bekerja.

"Jam 15.00 sore udah buka warung, tutup paling lama jam 03.00 pagi. Jam 5 pagi udah harus nyiapin bahan buat jualan nantinya, paling sehari cuma tidur selama 4 jam," imbuhnya.

Baca juga: Cerita Seorang Mahasiswa yang 12 Tahun Jadi Pelanggan Nasi Goreng Rp 4 ribu

Kerja kerasnya membuahkan hasil bagi keluarganya. Usaha yang telah dibuka selama 19 tahun ini membuatnya mampu membeli beberapa rumah. Beberapa hasil usaha dari nasgor Rp 4 ribu ini memberikan berkah tersendiri bagi keluarganya.

Meskipun harga murah yang ia berikan untuk setiap menu di warungnya, tak menjadikan usahanya merugi. "Pokoke sedino untunge isok gawe mangan, hidup sederhana itu lebih baik daripada hidup mewah," ujar Emak sembari melayani pembeli.

 

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar