Meski Diprotes, Penganugerahan Doktor Kehormatan Cak Imin Dibanjiri Pejabat Tinggi Negara

SURABAYA-  Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, resmi menerima gelar Doktor Honoris Causa (Dr. HC) dari Universitas Airlangga (Unair), Selasa (3/10/2017).

Pemberian gelar kehormatan ini dipimpin langsung oleh Rektor Unair, M. Nasih, di Aula Garuda Mukti Gedung Rektorat Unair Kampus C, Jl. Mulyorejo, Surabaya.

Turut hadir pula beberapa pejabat tinggi negara, seperti Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi M. Hanif Dhakiri, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Asman Abrur, Menristekdikti M. Nasir.

Selain jajaran menteri tersebut, turut hadir pula nama-nama pejabat lainnya seperti, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Sekjen Golkar Idrus Marham, Ketua PBNU Said Aqil Siroj, Gubernur Jatim Soekarwo, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Mantan Ketua MK Mahfud MD, Mantan Mendikbud M. Nuh, dan Mantan Mendag Chairul Tanjung.

Cak Imin yang meraih gelar di bidang Sosiologi Politik ini memberikan paparan mengenai Mengelola Kebhinekaan Untuk Kemajuan Dan Kesejahteraan Bangsa.

 Ia menjelaskan bahwa keberagaman kultur yang ada di Indonesia menjadi salah satu keunggulan tersendiri. Bagaimana keberagaman kultur tersebut tetap menjadikan masyarakat tetap harmonis.

"Kita sebagai warga negara RI yang memiliki beragam kultur ini harus mampu menghalangi ancaman yang akan menghadang," kata Cak Imin dalam paparannya.

Menurut Cak Imin, hal ini juga memberikan pembelajaran bagi seluruh dunia bagaimana keharmonisan dalam keberagaman ini mampu memajukan bangsa Indonesia ini. Ia juga menambahkan bahwa dengan pluralisme ini masyarakat dapat menghindari semua ancaman untuk menjatuhkan negara.

Baca juga: Protes Doktor Kehormatan Cak Imin, Dosen Unair Tempuh Jalur Hukum?

Sebelumnya, perkumpulan dosen FISIP Unair memprotes penganugerahan doktor kehormatan kepada Cak Imin itu. Sebab, mereka menilai ada yang salah dalam proses mekanisme dan tata kelola Universitas Airlangga dalam memberikan gelar Honoris Causa.

Mewakili perkumpulan dosen FISIP Unair, Airlangga Pribadi mengatakan pemberian gelar doktor kehormatan bukan didasarkan dari berapa buku yang sudah ditulis, tetapi proses pemberian gelar itu pun harus sesuai dengan prosedurnya.

"Kita dosen di Fisip Unair tidak dilibatkan sama sekali, kemudian kontribusi apa yang telah diberikan oleh Muhaimin Iskandar, terutama dalam program kemanusiaan dan pluralisme, khususnya di Jawa Timur seperti halnya kasus pengusian syiah di Sampang," ujarnya kepada wartawan di Kampus B Unair, Selasa (3/10/2017).

Perkumpulan dosen ini pun masih akan melakukan rapat bersama dosen dan alumni Unair untuk menentukan langkah hukum dan langkah lain yang akan ditempuh.

"Sore ini akan kami rapatkan dulu, upaya hukum apa yang akan kita tempuh, apakah melalui PTUN atau bentuk hukum lainnya. Tujuannya agar kedepan tidak ada lagi penganugerahan seperti ini," pungkas pemilik gelar PhD dari Murdoch University ini.

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar