Sampah Ini Jadi Bukti Makam Kembang Kuning Masih Buka Praktek Esek-esek

SURABAYA- Kawasan Makam Kembang Kuning Surabaya memang terkenal sebagai 'tempat esek-esek'. Tempat ini pun identik dengan prostitusi.

Sudah lama terdengar bahwa tempat ini menjadi sasaran orang-orang untuk mencari kepuasan nafsunya. Entah untuk mencari PSK (wanita asli) atau pun waria yang sering mangkal di sana. Mereka seakan tak menghiraukan bahwa lokas itu merupakan tempat pemakaman orang-orang yang meninggal.

Warga sekitar pun mengungkapkan tentang praktek prostitusi di area ini, bagaimana keadaan pemakaman di malam hari. Banyak berkeliaran PSK yang sengaja mangkal menunggu pelanggannya di dalam area makam.

"Sejak kecil saya sudah main di area makam ini, rumah saya nggak jauh dari sini. Yo ngono iku, panggone gawe wong esek-esek (Ya seperti itu, tempat ini dibuat orang memuaskan nafsunya)," terang salah satu petugas kebersihan di Makam Kembang Kuning, Rabu (4/10/2017).

Hal itu juga terbukti ketika bicarasurabaya.com berkeliling di area makam ini. Ditemukan banyak bekas sampah alat kontrasepsi maupun tisu lusuh yang habis digunakan. Sampah-sampah bekas tersebut mudah ditemukan di area selokan (got) yang ada di jalan utama pemakaman.

Selain bekas sampah tersebut, di sini juga banyak berserakan botol-botol minuman berenergi. Pemandangan sampah-sampah tersebut membuat pemandangan yang tak enak dilihat di makam ini.

Semakin malam tempat ini semakin ramai, bukan orang yang berziarah ke makam, namun orang-orang yang mencari PSK. Banyaknya razia yang ada di area ini tidak menjadikan mereka takut untuk tetap mangkal di sini.

Belakangan, yang biasa mangkal di area makam ini bukan lagi wanita asli, namun kebanyakan yang mangkal adalah waria yang mencari uang dengan melayani orang-orang yang ingin melampiaskan nafsunya.

"Tapi saiki nang kene akeh-akeh 47 (Tapi di sini sekarang kebanyakan 47 atau banci), saking akehe wes jarang onok 21 (saking banyaknya udah jarang ada 21 atau wanita asli)," imbuhnya.

 

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

 

Tinggalkan Komentar