Kantor Kecamatan Ini Jadi Sarang Kuntilanak, Mau Tahu Wajahnya?

SURABAYA- Salah satu kantor kecamatan di Kota Surabaya ternyata menyimpan cerita misteri yang membuat salah satu pegawainya 'kapok' untuk melihat penampakan makhluk halus. Kantor lantai dua yang biasanya sibuk pada jam-jam kerja itu, rupanya juga menjadi sarang kuntilanak yang wajahnya menyeramkan.

Hanafi, salah satu pegawai di kantor tersebut mengungkapkan begitu seramnya penampakan hantu yang ia lihat. Penampakan hantu Kuntilanak itu ia lihat saat tengah malam Jumat Kliwon.

Pada saat itu, ia berencana mengembalikan kunci mobil di salah satu ruangan di lantai dua. Tiba-tiba di salah satu pembatas tembok di dekat gudang, ia melihat sosok wanita berambut panjang duduk bergelantungan di pojokan. Seketika itu, ia langsung tak bisa bergerak, seakan ia seperti dipegangi oleh orang lain. Kakinya pun seakan enggan melangkah.

"Sekitar jam 12 malam itu, saya mau ngembaliin kunci di ruangan. Tiba-tiba saya lihat wanita rambut panjang duduk bergelantungan, wah itu kuntilanak, wajahnya seram, merinding kalau mengingatnya," kata Hanafi kepada bicarasurabaya.com, Rabu (4/10/2017).

Penampakan kuntilanak yang wajahnya menyeramkan itu membuatnya sangat takut, badan dan kakinya yang seakan tak bisa melangkah itu pun menambahnya tak berdaya. Ia pun berteriak meminta tolong kepada teman-temannya.

Namun, tak ada satupun yang mendengar teriakannya. Wajah kuntilanak itu semakin terlihat menyeramkan, matanya sangat hitam mengeluarkan air mata merah seperti darah. Wajahnya begitu putih, dengan rambut panjang yang menjuntai hingga bawah menyentuh lantai keramik.

Hantu itu duduk dengan menggoyang-goyangkan kakinya, raut wajah yang sangat menyeramkan itu dilihatnya cukup lama, karena dia tak berdaya, menoleh pun dia tak sanggup.

"Pokoknya wajahnya serem banget, nggak karuan. Sampai saya teriak-teriak tapi nggak ada yang denger, rasanya mau pingsan," imbuhnya.

Tak lama kemudian, ia pun membaca doa-doa yang dia ingat, seketika itu pula dia bisa bergerak dan langsung lari ke lantai dasar. Ia pun merasa kapok masuk ruangan malam hari di lantai dua itu.

Bahkan, sampai saat ini dia masih sangat ingat betul mata kuntilanak yang mengeluarkan darah dan mukanya yang sangat seram beserta rambutnya yang panjang menjuntai ke bawah.

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar