Bantah Keluarkan Izin, Dishub Minta Warga Tidak Pasang Rambu Sembarangan

SURABAYA- Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengaku belum mengetahui izin petunjuk arah yang menyerupai reklame di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya. Apabila memang ada izinnya, maka petunjuk arah itu pasti ada tandanya yang sesuai dengan standart Dishub.

"Di lihat kita belum ada izin, kalau pun izin, kita pastinya akan pasangkan sesuai standar kita," kata Kabid Lalu lintas Dishub Surabaya, Robben Rico saat dihubungi bicarasurabaya.com, Jumat (6/10/2017).

Menurut Rubben, rambu lalu lintas itu ada implikasi hukumnya. Jadi, tidak semua orang boleh memasang sendiri, apalagi ini di pedestrian pemasangannya.

"Intinya yang punya hak itu Dishub, dalam teknis sarana dan prasarana rambu lalu lintas, standar dari kementerian kan ada, tidak boleh sembarangan," ujarnya.

Baca juga: Petunjuk Arah ke Mal ini Menyerupai Reklame, Melanggarkah?

Ruben juga memastikan bahwa apabila itu ada izinnya dan meminta saran kepada Dishub, maka pihaknya akan memasangnya sesuai standart, asalkan semuanya masuk akal.

"Kalau minta bantuan ke kita, maka akan kita pasangkan bersama rambu penunjuk pemandu jalan (RPPJ), asal ijin semuanya lengkap dan masuk akal," ungkapnya.

Baca juga: Petunjuk Arah yang Menyerupai Reklame Akhirnya Ditindak Satpol PP

Ia menambahkan, apabila pihak swasta memasang rambu-rambu sendiri, Dishub akan meninjau terlebih dahulu bentuknya.

"Sesuia standar kita, kalau tidak sesuai itu masuk kategori reklame, kalau masuk dalam reklame, maka Satpol PP yang mempunyai wewenang menindak," pungkasnya.

Sebelumnya, pihak Ciputra World mengaku petunjuk arah itu sudah mengantongi ijin resmi dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Namun, dia mengaku akan mendiskusikan kembali dengan pihak Dishub terkait perijinannya.

Baca juga: Ciputra World Pastikan Petunjuk Arah Menyerupai Reklame Kantongi Izin Dishub

"Sudah ijin pastinya,  sudah ijin Dishub jadi resmi, dan kami akan diskusikan kembali dengam pihak Dishub Surabaya," kata Promotion Coordinator CW Stephana Fevriera saat dihubungi.

Saat ini, Satpol PP Kota Surabaya langsung bergerak cepat. Mereka turun ke lokasi dan memastikan pelanggarannya, dan ternyata benar-benar melanggar perda, sehingga petunjuk arah itu diberi tanda pelanggaran dan surat pemberitahuannya akan dikirim ke pihak Ciputra. Proses selanjutnya, petunjuk arah itu akan dipotong.

 

Reporter: Deny Prastyo

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar