Kuntilanak hingga Genderuwo Berkeliaran di Bangunan Belanda Ini, Berani?

SURABAYA- Rumah tandon air yang biasa disebut dongki itu seringkali menjadi momok bagi warga Kelurahan Pegirian Kecamatan Semampir Surabaya. Sebab, bangunan Belanda yang terletak di Jalan Tenggumung Baru Selatan itu seringkali ada penampakan yang sangat menyeramkan.

Penampakan itu mulai dari sosok kuntilanak hingga genderuwo. Pada malam hari, tak jarang warga sekitar melihat makhluk-makhluk halus berkeliaran di rumah tandon air yang sudah dibangun sejak tahun 1922 itu.

Isti, salah satu warga sekitar mengatakan biasanya pada malam hari banyak bermunculan makhluk-makhluk halus yang diyakini sebagai penunggu dongki tersebut. Bahkan, ada penampakan sosok kuntilanak yang rambutnya panjang, wajahnya putih serta matanya melotot.

"Kuntilanak di sana serem banget wajahnya, ia sering menampakkan dirinya di dalam dongki itu," kata Isti kepada bicarasurabaya.com, Senin (9/10/2017).

Selain kuntilanak, ada pula penampakan sosok misterius berbadan besar yang biasanya orang-orang menyebutnya genderuwo. Sosok itu sangat aneh, karena hampir seluruh badannya hitam, matanya yang besar seakan tak pernah berkedip.

Genderuwo ini biasanya muncul di toilet umum yang ada di lapangan depan dongki, sehingga warga yang ingin membuang hajat akan berpikir dua kali untuk mengunjungi toilet tersebut. Warga sekitar pun meyakini bahwa makhluk halus itu penunggu toilet umum.

"Kalau di toilet umum di depan dongki itu, ada genderuwo penunggunya, perawakannya tinggi besar dan serba hitam. Kalau malam warga jarang ke toilet itu, karena biasanya muncul," ujar Isti yang menunjukkan bulu kuduknya berdiri mengingat sosok genderuwo itu.

Untuk mengurangi suasana mistis di tempat tersebut, biasanya warga sekitar mengadakan pertunjukan jaranan setiap 1 suro, tepatnya di lapangan depan dongki itu. Pertunjukan ini diyakini mampu meredam munculnya makhluk halus penghuni bangunan tersebut.

Kini, bangunan itu sekimakin tak terawat, terlebih lagi setelah atapnya runtuh mengenai beberapa rumah warga. Rumah tandon air itu pun dibiarkan apa adanya, dan tak pernah diperbaiki, sehingga bangunan itu semakin seram.

 

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar