Ketika Gus Ipul Memaknai Wayang Kulit di Madya Jenggala Nusantara

SURABAYA- Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri pagelaran wayang kulit semalam suntuk dalam rangka peringatan malam 1 suro/1 muharram 1439 H serta ruwatan agung tahun 2017, yang digelar oleh Padepokan Madya Jenggala Nusantara Tulangan Sidoarjo, Rabu (12/10/2017) dini hari.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul memaknai wayang kulit sebagai cerminan perilaku hidup manusia di dunia. Sebab, sangat banyak nilai-nilai luhur yang sangat bermanfaat jika diterapkan dalam dunia nyata.

“Wayang dapat digunakan sebagai tuntunan bagi manusia. Tuntunan yang baik akan memberi efek positif bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Gus Ipul dalam sambutannya.

Menurut Gus Ipul, wayang kulit itu semakin digemari oleh masyarakat Jawa Timur. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga dan melestarikan serta mencintai wayang, supaya warisan leluhur itu tidak di klaim luar negeri.

“Jangan sampai orang luar negeri mencintai wayang. Akan tetapi, kita sendiri tidak mencintai wayang,” ujarnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa wayang itu adalah sebuah karya seni dan budaya yang mengajarkan kebaikan dalam hal perilaku dan tuntunan. Selain itu, ada pula sifat-sifat pewayangan yang sombong, angkuh dan bathil yang harus dijauhi manusia.

“Intinya wayang adalah suatu kisah kehidupan alam semesta dimana ada bumi, matahari dan bulan. Di panggung, terdapat tokoh pewayangan yang memiliki simbol kebaikan dan kebathilan. Kesemuanya bisa di rangkum menjadi sebuah cerita indah berkat keahlian dari dalang yang menjadi otak dari pewayangan tersebut,” kata dia.

Oleh karena itu, wayang merupakan alat perekat persatuan dan kesatuan. Semua golongan duduk bersama tanpa ada pembedaan untuk menikmati setiap cerita pewayangan.

“Kita bisa lihat semua golongan baik tua, muda, kaya dan miskin duduk sama untuk menyaksikan wayang kulit. Semua tidak ada perbedaan. Inilah kekayaan kita sebagai bangsa Indonesia yang telah menjadi warisan dunia,” pungkasnya.

Reporter: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar