Anam, Pengrajin Topeng Kertas yang Bertahan dari Gempuran Zaman

SURABAYA- Topeng Mulud yang sering dipakai anak-anak untuk menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi salah satu ciri khas warga Kota Surabaya.

Menyusuri gang sempit dengan padatnya pemukiman penduduk, nampak deretan topeng berbentuk hewan dijemur di pinggir gang ini. Salah satu rumah yang ada di gang ini, merupakan salah satu pengrajin topeng Muludan.

Choirul Anam, merupakan salah satu pengrajin topeng di Jl. Girilaya VII/21 Surabaya yang masih bertahan untuk membuat topeng yang berbahan dasar kertas. Luas rumah yang tak begitu luas menjadi tempatnya untuk memproduksi topeng.

Baca juga: Nasib Topeng Muludan yang Semakin Tergerus Zaman

Meneruskan usaha milik ayahnya sejak tahun 1970an ini, mampu membuat beragam bentuk topeng, seperti binatang, superhero, tokoh kartun maupun bentuk lain sesuai pesanan mampu ia buat sendiri dan dibantu oleh istrinya. Keahlian membuat kerajinan ini ia peroleh dari ayahnya.

"Ini usaha ayah saya dulu, saya meneruskan usahanya. Dari kecil saya bantu-bantu ayah bikin topeng, akhirnya sekarang saya bisa produksi sendiri," terang pria asli Surabaya ini.

Tangannya yang begitu cekatan dalam setiap proses pembuatan topeng ini membuatnya mampu membuat beragam bentuk topeng dengan lihai. Berbekal melihat contoh yang diinginkan pelanggan, ia tak sulit untuk membuat topeng meskipun dalam bentuk yang tak biasa.

Anam mengaku masih tetap bertahan di antara gempuran zaman untuk membuat topeng karena ia tak ingin tradisi yang melekat di kotanya hilang begitu saja.

"Entah sampai kapan saya masih mampu bertahan menjadi pembuat topeng, saya juga nggak tahu nanti anak saya mau meneruskan apa enggak. Saya cuma berusaha agar tradisi ini tak hilang begitu saja, eman," imbuhnya.

 

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar