Kisah Ojek Online Disambut Perempuan Misterius di Rumah Pelanggannya

SURABAYA- Ojek online semakin menjamur di Indonesia. Berbagai layanan disediakan untuk memudahkan pelanggannya, termasuk go-food, sehingga layanan ini semakin kebanjiran pesanan.

Berbagai cerita dan kisah menarik muncul seiring berjalannya waktu. Salah satunya, cerita yang membuat bulu kuduk merinding ini. Kejadian itu berawal dari pesanan antar makanan dini hari, sekitar pukul 02.00 pada minggu lalu.

Ubaid, salah satu warga di daerah Suramadu yang menggunakan jasa ojek online mengaku saat itu dia memesan makanan dan pesanannya itu tidak diantarkan dengan baik. Sebab, saat diantarkan itu si tukang ojek langsung meninggalkan makanannya di luar rumahnya.  

"Awalnya saya lihat tukang ojek di luar rumah, saya langsung keluar rumah untuk menghampirinya. Namun, tiba-tiba tukang ojek itu menancap gas kendaraannya dan langsung pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan apapun," kata Ubaid, Senin (16/10/2017).

Ke esokan harinya, Ubaid mencoba menghubungi tukang ojek online itu. Nah, pada saat itu pula tukang ojek itu menceritakan kenapa akhirnya ia langsung tancap gas setelah berada di depan rumah Ubaid.

Di depan rumah Ubaid itu, tukang ojek melihat sosok perempuan berambut panjang sedang berdiri di sebelah rumahnya. Wajah perempuan itu putih dan matanya melotot, pakaiannya pun tak seperti orang biasanya, sehingga sosok perempuan itu sangat menyeramkan.

Di sebelah rumah Ubaid, memang terdapat tanah kosong dan pembangunan rumah baru yang tak kunjung selesai. Di tanah kosong itu, seringkali warga melihat sosok perempuan yang menakutkan. Kondisi itu juga sering menjadi pembicaraan di tengah-tengah masyarakat.

"Sebelumnya, tetangga-tetangga dan orang sekitar sering melihat sosok perempuan itu, aura di sekitar sini memang agak berbeda dibanding daerah lainnya," imbuhnya.

Cerita sosok misterius dari tukang ojek online itu akhirnya meluluhkan hati Ubaid, karena awalnya dia ingin melabrak dan marah-marah pada tukang ojek itu. Namun, akhirnya dia bisa memaklumi dan tak mempermasalahkannya.

 

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar