Ketika La Nyalla Bakar Semangat Entrepreneur Mahasiswa di Jombang

JOMBANG - Ketua Umum Kadin Jatim Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti menyemangati ratusan mahasiswa dan anak muda Jombang untuk berani memulai berwirausaha.

"Ciri anak muda itu berani, termasuk berani mengambil risiko. Jangan takut gagal. Saya ini pernah bangkrut, tak punya uang sama sekali, ya tapi ngeyel saja tidak mau menyerah. Mulai bisnis lagi, dan alhamdulillah sekarang terus berkembang," ujar La Nyalla saat membuka kegiatan “Pekan Entrepreneur 2017” yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU), Jombang, Kamis (19/10/2017).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum KH Muhammad Za’imudin Wijaya Asad, Wakil Rektor UNIPDU Dr Zulfikar As’ad, dan Dekan FIA Bambang Setyobudi. Dari jajaran Kadin Jatim tampak Wakil Ketua Umum Dedy Suhajadi dan Ir. Jamhadi. Turut mendampingi La Nyalla, Ketua Kadin Jombang Fathurrohman dan Ketua Kadin Nganjuk  Toriq Thalib Ishak.

Menurut La Nyalla, pengenalan tentang kewirausahaan di kampus dan lembaga pendidikan formal sangat penting. Karena secara praktis, hal ini adalah alternatif jalan keluar untuk mengurangi tingkat pengangguran.

"Kampus berperan membentuk entrepreneur secara tersistematis. Jadi menciptakan entrepreneur itu idealnya harus by design, dan di situlah peran kampus sangat strategis. Kalau seperti saya ini entrepreneur karena kepepet. Pasti akan lebih baik kalau jadi entrepreneur dengan ilmu yang baik," papar La Nyalla yang juga mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim.

Dengan kurikulum berbasis kewirausahaan di kampus, pengenalan dan pengajaran tentang kewirausahaan akan membentuk sikap, perilaku dan pola pikir seorang wirausahawan di kalangan mahasiswa secara lebih baik.

Hal ini merupakan investasi untuk melahirkan manusia-manusia yang berani dan optimis menatap masa depan. Karena mereka yang sukses di dunia usaha dan wiraswasta adalah orang-orang yang berani dan optimis menatap masa depan.

La Nyalla menegaskan, Indonesia dan Jawa Timur membutuhkan banyak wirausahawan baru. Saat ini jumlah pengusaha di Indonesia baru sekitar 1,65 persen dari total populasi. Bandingkan dengan Singapura yang sudah mencapai 7 persen.

Sementara Malaysia tercatat 5 persen. Thailand 3 persen. Sedangkan Jepang sudah mencapai 10 persen dan Amerika Serikat di angka 12 persen.

"Sekali lagi, Indonesia masih sangat jauh tertinggal. Untuk mencapai angka 4 persen, dibutuhkan sekitar 6 juta pengusaha baru. Mudah-mudahan dari 6 juta pengusaha baru itu, di antaranya akan lahir dari lulusan UNIPDU ini," kata calon gubernur Jatim ini.

La Nyalla berjanji akan menggerakkan banyak program strategis untuk menciptakan pengusaha muda baru di Jatim.

"Pemerintah Provinsi Jatim harus hadir. Kita akan siapkan inkubasi bagi start-up di Jatim. Mulai dari hulu sampai hilir kita kawal, dan yang pasti bisnisnya perlu yang memberi banyak manfaat bagi publik. Start-up pertanian, makanan-minuman, dan teknologi kita dukung semua," ujarnya.

La Nyalla juga aman mencanangkan program melahirkan entrepreneur pesantren. Sudah saatnya kita melahirkan produk-produk made in pesantren yang dikemas dengan brand halal product.

"Dengan orientasi pasar yang lebih luas, yakni pasar dunia Islam. Jadi, saya haqqul yaqin, dengan kehadiran pemerintah yang aktif dan serius, Jawa Timur Makmur adalah sesuatu yang sangat mungkin kita wujudkan," jelasnya.

Sementara itu, Dekan FIA UNIPDU Bambang Setyobudi mengatakan pekan entrepreuner itu digelar atas motivasi Kadin Jombang. “Alhamdulilah tahun pertama kita jaring 100 mahasiswa, sekarang sudah 400 lebih. Kami senang Pak La Nyalla memberi motivasi adik-adik mahasiswa," ujar Bambang.

Ketua Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum KH Muhammad Zaimudin Wijaya Asad mengatakan, kehadiran La Nyalla memberi motivasi tersendiri bagi anak muda dan mahasiswa Jombang. "Semoga niat baik Pak La Nyalla mengabdi untuk Jatim diridhoi Allah," kata KH Zaimudin.

Reporter: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar